Page 200 - Sun Flower Full Naskah
P. 200
Delapan Belas
ang Ji-Woo sedang sangat bahagia sebab ia ma-
sih mengingat momen ketika ia makan bersama
KHae-Seol. Gadis itu memang menyukai sate sep-
erti yang tertera di data yang pernah ia baca. Seperti yang per-
nah dilakukan Kyung-Shin, sekarang Kang Ji-Woo mengecek
keberadaan Hae-Seol. Sebab ia sudah rindu. Lagi.
“Wah, kau sedang di sana rupanya. Apa yang kau laku-
kan?” Kang Ji-Woo tersenyum. Ia juga mengecek keberadaan
Park Kyung-Shin. Ia harus bertemu dengan Kyung-Shin dan
bercerita tentang hal yang dulu belum sempat ia ceritakan. Ji-
Woo heran melihat lokasi keberadaan Park Kyung-Shin sama
dengan lokasi Hae-Seol, ia yakin di sana juga ada So-Ra. Dan,
“Wah! Kunyuk ini…” meski sering bertengkar, Kang Ji-Woo
juga sering memantau keberadaan Ray. Kata orang memang
musuh selalu mengintai lawannya, hal itu dimulai sejak Hae-
Seol hadir dalam kehidupan Kang Ji-Woo, dulu ia hanya khawa-
tir Ray akan melukai Hae-Seol karena adu domba yang dilaku-
kan anak buah Ray.
Tanpa berpikir panjang ia juga bergegas pergi, dan di
sini ia sekarang. Kang Ji-Woo berdiri di belakang empat orang
yang dikenalnya. Ia terdiam dan tak menyapa setelah men-
dengar Ray berbicara pada Hae-Seol. Park Kyung-Shin benar
tentang pendapatnya yang mengatakan bahwa Ray dan Kang
Ji-Woo memiliki kesamaan. Bahkan mereka juga menyukai per-
empuan yang sama. Ji-Woo sedikit iri dengan Ray yang berani
berterus terang bahwa Hae-Seol telah masuk ke dunianya terla-
lu jauh.
“Aku begini karena kau punya banyak rahasia.”
Kang Ji-Woo mendengar Hae-Seol mengatakan itu,
semua lelaki pasti paham maksud kata-kata Ray. Tapi Hae-Seol
194

