Page 205 - Sun Flower Full Naskah
P. 205
kan pada Ayahnya.
“Hyung, Ayah selalu berusaha melindungimu dan tidak
melibatkanmu dengan dunianya, itu karena dia ingin kau tum-
buh dengan baik dan jauh dari dunia seperti yang dipilih Ayah.
Aku memilih mengikuti jalannya karena dulu aku tak sengaja
mendengar percakapan Ibu dan Ayah. Bahkan aku juga memu-
tuskan untuk berpura-pura jahat. Berkali-kali Ayah memarahi-
ku karena keputusan yang kubuat, tapi aku tidak pernah menar-
ik kata-kataku. Akhirnya Ayah mengalah.”
Kyung-Shin benar-benar membiarkan airmatanya men-
erobos keluar, ia sangat sangat menyesal. Kalau saja dari awal
ia tahu kejadian ini, ia akan mengambil jalan yang sama seper-
ti yang dipilih Ray. Tapi berbeda dengan Ray, Kyung-Shin tak
suka diatur dan dikekang, ah! Andaikan Kyung-Shin tahu bah-
wa Ayahnya hanya berpura-pura marah dan mengekangnya,
andai saja ia tahu itu dari dulu.
“Hae-Seol, mianhae… aku sempat menuduhmu mem-
bunuh Ayah. Sebenarnya itu adalah alasanku saja agar aku bisa
bertemu denganmu. Kau tahu? Saat pertama kali bertemu den-
ganmu dulu, ada kamera di kontak lensa mataku. Itu kugunakan
untuk merekam wajah dan mencaritahu data-datamu. Makanya
aku tahu nama aslimu.”
Hae-Seol hanya menatap Ray, betapa banyak beban
yang sudah dipikul Ray sendirian. Tidak heran jika di mimpi
Hae-Seol dulu Ray adalah sosok yang sangat periang dan hu-
moris, karena memang itulah yang tak sempat dinikmati Ray di
dunia nyata; tertawa lepas tanpa beban dan berbahagia.
“Ji-Woo Hyung, aku akan mengatakan ini sekali, jadi
dengarkan baik-baik; aku mengakui kehebatanmu karena bos
mafia itu tak berani menyentuhmu. Mungkin karena kau pop-
uler hingga ke pelosok Kutub Utara atau karena hal lain aku
tak tahu dan aku memang tak ingin tahu terlalu banyak menge-
naimu.”
Ternyata Ray bisa juga bercanda, tapi wajahnya seri-
us saat mengatakan itu pada Kang Ji-Woo. Dan sekarang dada
Kang Ji-Woo bagai dilanda gempa dengan kekuatan 9,9 skala
richter, bergemuruh hebat karena Ray akhirnya memanggil
199

