Page 208 - Sun Flower Full Naskah
P. 208
***
Ruang tamu rumah keluarga Kyung-Shin dan Ray men-
jadi saksi bisu perdamaian antara Ray dan Kang Ji-Woo. Per-
damaian itu langsung diresmikan oleh Kyung-Shin, disaksikan
oleh Hae-Seol dan So-Ra.
“Sudah! Kalian bertiga berhentilah menangis,” kata
So-Ra kemudian melihat serius ke arah Park Kyung-Shin. Dua
lelaki di sisi Kyung-Shin tak akan berhenti menangis haru ka-
lau Kyung-Shin tidak menyuruhnya agar segera berhenti. Dan
Kyung-Shin paham maksud So-Ra. “Rencana sekarang bagaima-
na?” tanya So-Ra yang sudah melihat Ray dan Ji-Woo berhenti
menangis.
“Aku pasti ditegur karena tadi ketahuan saat melihat
transaksi narkoba, tapi akan aku usahakan agar tak diskors. Aku
bisa mengakses banyak informasi. Kim Tae-Jin adalah musuh
Negara, karena dia mengancam keamanan Presiden. Dan, Ji-
Woo Hyung, kau tahu kan? Presiden yang sekarang adalah sa-
habat Paman.”
Kang Ji-Woo mengangguk, ia mengiyakan kata-kata
Ray, Ayahnya memang bersahabat dengan Presiden Korea Se-
latan tapi ia baru tahu ternyata Kim Tae-Jin mengincar posisi
tertinggi di Korea.
“Dan tugasmu Ji-Woo Hyung, menggali informasi lewat
Paman,” kata Ray. Ji-Woo tidak perlu protes lagi karena Ray
menyuruhnya, ia juga membenarkan tindakan Ray. Dan Kang
Ji-Woo tahu, Ray lebih paham darinya untuk urusan seperti ini.
“Kyung-Shin Hyung, aku berharap kau bisa memanfaat-
kan koneksimu untuk berhubungan langsung dengan Kim Tae-
Jin. Wajahmu sudah mereka ketahui, jadi berhati-hatilah.”
“Hae-Seol dan So-Ra, aku tahu kalian bisa menarik per-
hatian Kim Ha-Na, manfaatkan itu dan juga lindungi Kim Ha-
Na.”
“Oh iya, Ji-Woo Hyung…” kali ini Ray tersenyum, san-
gat jarang ia tersenyum seperti itu, namun sekarang senyum itu
dijadikan senjata agar Kang Ji-Woo mengikuti kata-katanya.
202

