Page 213 - Sun Flower Full Naskah
P. 213
kembali beraktivitas dan mengikuti rencana Ray. Sejenak kakin-
ya melangkah mencari tempat persembunyian karena sekarang
ia melihat wajah-wajah yang sangat familiar.
Kang Ji-Woo akan keluar dari Masjid Seoul dan ber-
cakap-cakap dengan Park Kyung-Shin, entah apa yang mereka
bicarakan hingga Kang Ji-Woo tertawa senang dan merangkul
pundak Kyung-Shin, barangkali mereka berdua tengah bercan-
da. Setelah itu Hae-Seol melihat juga ada Ray yang langsung
mengambil posisi di tengah-tengah, memisahkan Kang Ji-Woo
dan Park Kyung-Shin.
Gadis itu masuk setelah memastikan ketiga orang yang
dikenalnya memasuki mobil dan pergi, lalu ia melihat So-Ra
yang baru saja tiba. Tadi, Hae-Seol memang berjanji akan pergi
dengan So-Ra, tapi ia memilih pergi lebih dulu karena masih ada
pekerjaan yang harus dilakukan So-Ra.
Dalam mimpinya, Hae-Seol dan So-Ra juga melihat
Kang Ji-Woo di pekarangan Masjid Seoul, dan tadi baru saja
Hae-Seol menyaksikan secara langsung, bahkan tidak hanya
Kang Ji-Woo, tapi juga kedua sepupunya.
“Hae-Seol…” tampak So-Ra melambaikan tangan ketika
turun dari mobil. Hae-Seol pun menunggu So-Ra yang sekarang
berjalan menujunya.
“Kau tahu mobil yang berpapasan dengan mobilmu
tadi?” tanya Hae-Seol, namun So-Ra menggeleng.
“Itu mobil Ray, tiga bromance itu tadi juga ke sini.”
“Bromance?”
“Haha… brothers romance.”
“Kau berbicara pada mereka?”
“Tidak, tadi aku justru menghindari mereka.”
“Kenapa?”
Hae-Seol terdiam belum menjawab pertanyaan So-Ra,
ia juga tidak tahu kenapa tadi ia harus menghindar. Sejenak ia
teringat pada kata-kata Ray, “Mana mungkin aku sejauh itu berada
di duniamu Ray,” Hae-Seol tak pernah membahasnya pada Ray,
dan lelaki itu juga bersikap seolah tak pernah mengucapkan
apa-apa. Memang, saat itu keadaan sedang mendidih.
“Karena bertemu mereka bukan tujuanku kesini,” kata
207

