Page 218 - Sun Flower Full Naskah
P. 218
“Hae-Seol mianhae, aku diberitahu kalau manajer resto-
ranku jatuh sakit. Aku harus menjenguknya sekarang. Nanti aku
kesini lagi ya.”
“Oh, ya ampun. Kenapa bisa sampai sakit? Okay, tidak
apa-apa. Kau juga pasti lelah, jadi tak perlu ke sini lagi, langsung
pulang saja ya? Nanti aku akan mengantar Ha-Na pakai taksi
saja.”
So-Ra tampak begitu khawatir setelah mendapat tele-
pon dari salah satu chef di restorannya. Ia memang sangat peduli
pada seluruh karyawan yang bekerja dan sekarang So-Ra harus
meninggalkan Hae-Seol yang lagi bermain dengan Ha-Na. Ga-
dis kecil itu tengah menikmati sosis goreng yang tadi dibeli.
“Kalau terjadi apa-apa kau harus memberitahuku,” kata
So-Ra kemudian beranjak pergi. Hae-Seol mengangguk lalu
menghampiri Ha-Na. Lama ia memperhatikan Ha-Na, masih tak
habis pikir dengan kehidupan gadis ini. Pastilah sangat menya-
kitkan saat menyaksikan momen yang tak seharusnya ia lihat.
“Eonni, mau ini?” Ha-Na membagi sosis gorengnya.
Manis sekali senyumnya, di usia 10 tahun ia sudah harus belajar
menyembunyikan luka. Hae-Seol tersenyum dan mengambil so-
sis dari Ha-Na.
“Eomma dulu sering mengajakku jalan-jalan,” kenang
Ha-Na dan berhenti makan. “Eonni, kau punya Ayah?” tanyan-
ya dan Hae-Seol pun mengangguk. “Eonni sayang sama Ayah
eonni?” tanyanya lagi. Hae-Seol memeluk Ha-Na, sekarang gadis
kecil itu menangis.
“Sudah, jangan menangis lagi. Ayo ikut eonni.”
Hae-Seol mengajak Ha-Na pergi ke area permainan. Ia
juga sudah lama tak berada di tempat yang dipenuhi anak-anak
seusia Ha-Na. Rasanya menyenangkan, karena menjadi orang
dewasa juga ada saat-saat membosankannya, karena itu Hae-
Seol bisa tertawa bahagia saat bermain seperti anak-anak.
“Eonni, aku mau main itu,” Ha-Na menunjuk boneka
yang berada di dalam kotak kaca. Ia memasukkan koin dan be-
rusaha mendapatkan boneka, tapi tangkapannya selalu saja me-
leset. Bahkan Hae-Seol juga sudah mencoba.
212

