Page 220 - Sun Flower Full Naskah
P. 220
mang harus memiliki paling tidak satu, tapi ia akan sedikit risih
jika nama bonekanya Ray. Namun, itu adalah pemberian Ha-Na
dan ia akan menerimanya.
“Wah, rasanya eonni mau melempar Ray,” kata Hae-Seol
dan sontak Ray pun terkejut, lalu ia sadar bahwa yang dimaksud
Hae-Seol adalah boneka yang dipegangnya.
Hae-Seol tidak mengantar Ha-Na pulang pakai taksi, ia
dan Ha-Na berada di mobil Ray sekarang. Sejak awal Ray me-
nemuinya secara tiba-tiba, bahkan tadi pun begitu. Lelaki ini
memang belum sepenuhnya mirip Ray di mimpi Hae-Seol, tapi
jika ia bisa berbahagia saja itu sudah lebih dari cukup. Bahkan
sekarang ia cukup sering tersenyum.
Dalam diamnya sambil mengemudi, Ray kembali me-
mikirkan pertanyaan Kang Ji-Woo sebelum ia memutuskan
mencari Hae-Seol. Ia memang sedang berusaha melupakan itu
karena Ray tahu bahwa Hae-Seol menyukai Kang Ji-Woo sudah
sejak lama. Dan sepertinya Kang Ji-Woo juga menyukai Hae-
Seol. Dari cara Kang Ji-Woo bertanya tadi sebenarnya Ray sudah
paham.
Kenyataan itu menyakitkan, Ray ingin memberita-
hu hatinya bahwa ia harus mengalah tapi justru langkahnya
menuntun ia mencari Hae-Seol. Mungkin ia bisa menjadikan pe-
san Ayahnya sebagai alasan, agar ia menjaga Hae-Seol sampai
benar-benar aman. Namun, tetap saja bukan itu maksud hatin-
ya. Rindu, perasaan itu menjalari hati.
***
Kang Ji-Woo berat melangkahkan kakinya, tadi ia sudah
mengatakan pada Kyung-Shin dan Ray bahwa ia akan bertemu
Kim Tae-Yoon besok. Dan di luar dugaan, perempuan itu men-
gajaknya keluar sekarang.
“Oh! Ayolah kaki, kau harus melangkah!”
Ia masih berjalan pelan menuju mobil. Mengingat lagi
bahwa ia harus mencari informasi dari Tae-Yoon barulah kakin-
ya melangkah lebih cepat. Namun, sebelum bertemu Kim Tae-
Yoon, ia akan pergi ke suatu tempat; toko yang biasa ia kunjun-
214

