Page 217 - Sun Flower Full Naskah
P. 217
“Seperti apa?”
“Kau di pinggir saja, jangan di tengah.”
“Suka-suka aku mau di tengah atau di mana.”
“Sudah-sudah, kalian berdua sekarang ayo antar aku.”
Pertengkaran Kang Ji-Woo dan Ray terjadi secara alami
dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Sekarang mereka
akan mengantar Kyung-Shin ke rumah Kim Tae-Jin. Sebelum itu
Park Kyung-Shin akan mengganti kostum dan memasang kumis
palsunya. Kang Ji-Woo tertawa sepanjang perjalanan karena wa-
jah Kyung-Shin sangat tidak cocok berkumis.
“Selamat bekerja,” kata Ray dan Kang Ji-Woo bersa-
maan. Mereka tak bisa mengantar Kyung-Shin terlalu dekat dari
rumah Kim Tae-Jin. “Jangan lupa hubungi kami kalau terjadi
apa-apa,” Ray mengingatkan kakaknya.
Ray dalam perjalanan mengantar Kang Ji-Woo pulang
ketika ponselnya berbunyi dan mendapati pesan dari Hae-Seol.
“Hae-Seol dan So-Ra akan bertemu Kim Ha-Na,” kata Ray pada
Kang Ji-Woo. Melihat Ray yang dikirimi pesan oleh Hae-Seol,
aura wajah Kang Ji-Woo pun berubah.
“Oh, ingatkan mereka agar tetap hati-hati,” Kang Ji-
Woo terdiam sejenak kemudian berkata, “Ray, menurutmu Hae-
Seol bagaimana?” ia memperhatikan Ray yang lagi mengemudi.
Menantikan jawaban Ray membuat Kang Ji-Woo berdebar saja.
“Dia hebat,” kata Ray singkat.
“Hanya itu?” Kang Ji-Woo belum puas dengan jawaban
Ray.
“Iya. Dia benar-benar hebat,” jawab Ray.
“Benar-benar hebat sampai mengambil alih duniamu?”
“Hyung, kita sudah sampai. Jangan lupa beritahu infor-
masi yang kau dapat dari Kim Tae-Yoon besok.”
Ray samasekali tak menjawab pertanyaan Kang Ji-Woo.
Dan setelah mendengar panggilan Hyung dari Ray, rasanya
Kang Ji-Woo tidak perlu mencaritahu lagi. Terlihat bahwa Ray
berusaha melupakan kejadian itu.
***
211

