Page 216 - Sun Flower Full Naskah
P. 216

masih tertawa.
                 “Oh! Astaga!” meledaklah tawa So-Ra, ia benar-benar
          tak menyangka. Wajah kokoh, tampan dan bersih dipasangi ku-
          mis palsu. So-Ra melihat Park Kyung-Shin tengah menyamar.
          Pastilah karena Ray mengatakan wajahnya sudah dikenali hing-
          ga ia menyamar seperti itu. Koneksi yang dimiliki Kyung-Shin
          bisa memasukkannya langsung ke rumah Kim Tae-Jin.
                 “Cepat sekali pergerakan mereka,” lirih Hae-Seol. Sebab
          tadi ia melihat Kyung-Shin di Masjid Seoul dan bisa dipastikan
          karena hal itu jugalah Kang Ji-Woo tertawa.
                 Hae-Seol dan So-Ra berhenti tertawa saat melihat Kim
          Ha-Na keluar dari rumah. Terlihat ia menolak sopir yang ingin
          mengantar,  kemudian gadis kecil itu berlari  dan mencari-cari
          Hae-Seol.
                 “Ha-Na…” dari jauh Hae-Seol melambaikan tangan.

                                     ***

                 “Untuk mengawasi dari dekat, rasanya pilihan itu ti-
          dak buruk,” cerita Kyung-Shin pada Kang Ji-Woo dan Ray. Ia
          mendapatkan informasi dari kliennya yang mengenal Kim Tae-
          Jin.
                 “Tapi kau harus hati-hati Hyung,” kata Ray. Jika kaka-
          knya ketahuan sedang menyamar, kemungkinan terburuk tak
          dapat dielakkan.
                 “Ray benar, jaga dirimu dan beritahu kami kabar terba-
          runya nanti Hyung. Dan, oh iya! Besok aku akan ketemu Kim
          Tae-Yoon.
                 Mereka  bertiga akan  keluar dari  Masjid  Seoul,  Kang
          Ji-Woo  bahkan sempat  tertawa saat membayangkan Kyung-
          Shin yang menyamar. “Jadi, nanti kau benar mau pakai kumis,
          Hyung? Haha…” Kang Ji-Woo masih tertawa. “Fighting Hyung!”
          ia masih tertawa ketika merangkul bahu Park Kyung-Shin.
                 “Kau tidak boleh menertawakan pengorbanan seseo-
          rang,”  kata  Ray  yang  kemudian membuat celah memisahkan
          Kang Ji-Woo dan Kyung-Shin.
                 “Kya! Bocah! Kau tidak harus seperti ini.”

                                     210
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221