Page 224 - Sun Flower Full Naskah
P. 224
Dua Puluh
ae-Seol baru akan membuka pintu apartemen
ketika ponselnya berdering dan mendapati
Hpesan dari So-Ra yang mengatakan bahwa ia
mengalami kecelakaan sepulang dari rumah sakit. So-Ra me-
minta Hae-Seol segera datang ke tempat kejadian.
Tanpa berpikir panjang, Hae-Seol langsung berlari. Bah-
kan di pangkuan tangannya masih memegang box flower dan
boneka. Ia menjadi cemas sampai ia merasakan tangannya se-
dikit gemetar. Segera ia meminta sopir taksi lebih cepat ke lokasi
So-Ra. Sekarang napasnya menjadi tak teratur.
Hae-Seol mencoba menelepon, tapi ponsel So-Ra tidak
aktif. Sekarang ia benar-benar semakin khawatir. Matanya me-
merah, ia menggigit bibir menahan tangis, jari-jarinya menceng-
keram boneka dengan kuat. Ia sudah tiba di lokasi So-Ra ke-
celakaan.
Di sana sepi, bahkan bekas kecelakaan pun tak ada.
Hae-Seol melihat lagi pesan dari So-Ra dan di sini ia sekarang,
di lokasi yang dikatakan So-Ra. Ia berpikir mungkin saja So-Ra
sudah dibawa ke rumah sakit, karena itu ia menelepon Bunda
dan bertanya, “Bunda, apa So-Ra dibawa ke rumah sakit Bunda
sekarang?” Bunda meminta waktu sejenak untuk mengecek itu,
kemudian Bunda mengatakan, “Tidak Hae-Seol, sekarang kau
di mana?”
Hae-Seol tahu So-Ra tak mungkin membohonginya,
karena itu ia masih mencari dan di ujung jalan ia tak salah li-
hat bahwa itu memang mobil So-Ra. Ia masih belum menjawab
pertanyaan Bunda, dilihatnya mobil So-Ra dalam keadaan baik-
baik saja. “Bunda, sepertinya So-Ra menghilang,” setelah men-
gatakan itu, Hae-Seol langsung mematikan ponsel. Ia melihat
gerombolan yang sudah bisa ia tebak bahwa merekalah yang
218

