Page 227 - Sun Flower Full Naskah
P. 227
bunyiannya dengan ketat hingga di setiap sudut bisa ditemukan
penjaga.
Ray dan Kang Ji-Woo menghela napas, jika mereka me-
noleh ke belakang akan terlihat sudah ada puluhan orang yang
tergeletak. Ray dibekali kemampuan melumpuhkan musuh se-
cara diam-diam. Tadi ia khawatir Kang Ji-Woo akan membuat
keributan, dan benar saja. Beruntung ia cepat mengatasi itu.
“Hyung! Hati-hati!” bisik Ray. Kang Ji-Woo pun men-
gangguk. Mereka bergegas dan melihat pengawal Kim Tae-Jin
berlalu lalang.
Park Kyung-Shin sudah memperlihatkan dokumen
yang asli pada Kim Tae-Jin. Ia sempat melirik So-Ra dan Hae-
Seol. Ia ingin mengatakan jangan khawatir. Kim Tae-Jin akan
beranjak keluar tapi lelaki itu sengaja menginjak boneka dan
bunga matahari milik Hae-Seol.
“Woy bangsat! Jangan menginjak Ray dan bungaku!”
“Hah? Ray? Boneka ini namanya Ray? Haha kau seperti
putriku saja. Dan bunga ini apa punya nama juga?!”
“Kasihan Kim Ha-Na punya Ayah sepertimu.”
“Haha… kau yang kasihan sekarang.”
Tawa Kim Tae-Jin memekakkan telinga Hae-Seol. Tadi
ia benar-benar refleks mengatakan nama bonekanya. Sekarang
boneka berwarna putih itu kotor, bunga mataharinya hancur
karena diinjak-injak.
“Bunuh mereka!” perintah Kim Tae-Jin pada enam
orang pengawalnya. Lelaki itu keluar membawa koper dari Park
Kyung Shin tadi.
Kyung-Shin langsung bergerak menyerang orang yang
akan menembak Hae-Seol dan So-Ra. Kedua gadis itu tengah be-
rusaha melepaskan ikatan di tangan dan kaki mereka kemudi-
an membantu Park Kyung-Shin. Mendengar keributan itu, Kim
Tae-Jin kembali dan melihat semua anak buahnya terkapar.
“Jangan bergerak!” Kim Tae-Jin dan Park Kyung-Shin
berhadapan dan saling mengarahkan pistol ke wajah.
“Wah, ada bunglon rupanya,” kata Kim Tae-Jin yang
tersenyum sinis melihat Park Kyung-Shin. “Tidak beda jauh
dengan Ayahmu. Kalian sama-sama pengecut,” katanya. Park
221

