Page 230 - Sun Flower Full Naskah
P. 230
bil membawa boneka dan bunga mataharinya. “Kim Tae-Jin
sudah menginjak boneka dan bungaku,” gerutu Hae-Seol. Ray
tersenyum karena melihat Hae-Seol yang mengkhawatirkan
boneka dan Kang Ji-Woo juga tersenyum melihat Hae-Seol yang
berusaha menjaga bunga pemberiannya.
Dari jauh, seorang perempuan menangis. Ia marah dan
ia semakin marah setelah melihat ada Kang Ji-Woo di sana. Na-
mun tanpa Kim Tae-Jin, ia tak dapat melakukan apa-apa, seluruh
yang ia punya akan disita, ia sudah kehilangan kakaknya, ia juga
kehilangan hartanya. Kim Tae-Yoon menaruh dendam yang luar
biasa.
***
“Bunda memberi kita libur selama seminggu, syukurlah,
sekarang badanku pegal,” kata So-Ra lalu merebahkan badan ke
tempat tidur. Hae-Seol melakukan hal yang sama. Mereka pun-
ya banyak waktu untuk kembali memulihkan tenaga sebelum
kembali bekerja.
“Oh iya, Hae-Seol… apa benar bonekamu itu namanya
Ray?”
“Haha… itu dari Ha-Na dan dia sendiri yang memberi
nama bonekanya.”
“Hm, nah Ha-Na bagaimana kabarnya?”
“Kata Ray dia dibawa ke Jepang oleh kakak Ibunya.”
“Hm, aku dengar dari Kyung-Shin Oppa, Kim Tae-Jin
sedang sekarat di rumah sakit.”
“Iya. Ternyata negeri di atas awan banyak masalah
juga.”
So-Ra tersenyum, ia pernah mengatakan pada Hae-Seol
bahwa Kang Ji-Woo tinggal di sebuah tempat bernama negeri di
atas awan. Tak menyangka mereka bisa singgah di sana.
“So-Ra, waktu itu kenapa kau bisa ditangkap mereka?”
tanya Hae-Seol.
Lee So-Ra mengingat lagi kejadian sesaat ia pulang dari
rumah sakit. Ketika itu ia diikuti, dan mobilnya dihadang. Ia
sempat melawan mereka tapi kalah jumlah, ia pun disekap dan
224

