Page 229 - Sun Flower Full Naskah
P. 229
Dong-Sun dan pasukan keamanan pribadinya menyeret seluruh
anak buah Kim Tae-Jin yang masih hidup. Beberapa pasukan in-
tel yang diminta Ray terlihat sudah mengamankan narkoba dan
senjata ilegal dalam jumlah besar.
Melihat Kang Dong-Sun, Kim Tae-Jin menjadi lebih
murka. Ia memukul perut Park Kyung Shin dan merebut pistol
lalu menembak Kang Dong-Sun, namun Ray lebih cepat. Ter-
paksa Ray harus membuat peluru bersarang di perut Kim Tae-
Jin. Entah masih hidup atau tidak, tetapi dalam keadaan sekarat
ia segera diborgol. Dan dokumen Kang Dong-Sun sudah dikem-
balikan.
“Terima kasih, dan maaf sudah melibatkan kalian sejauh
ini,” kata Kang Dong-Sun pada Hae-Seol dan So-Ra. Pandan-
gan Kang Dong-Sun sekarang tertuju pada dua keponakannya,
“Aku berhutang banyak maaf pada kalian berdua. Maaf, maaf
karena tak bisa menyelamatkan Ibu kalian. Maaf karena tidak
bisa melindungi Ayah kalian,” Kang Dong-Sun membungkuk
lama, tapi disambut pelukan oleh Ray dan Kyung-Shin.
“Kau, sekarang apa sudah tertarik dengan urusanku?”
Kang Dong-Sun bertanya pada Kang Ji-Woo. Tetapi Ji-Woo
menggeleng. Ia tetap tidak tertarik memimpin perusahaan.
Kang Dong-Sun tersenyum lalu pergi.
Ray sudah mendapat laporan bahwa jaringan bisnis
Kim Tae-Jin sudah diketahui, masalah politik yang berkaitan
juga sudah ditelusuri, ternyata Kim Tae-Jin berada di garis kiri
pemerintahan Korea Selatan sebab ia adalah simpatisan Korea
Utara.
Mereka berlima bernapas lega. So-Ra mendekati Kyung-
Shin dan berkata, “Oppa, kumismu dilepas saja,” Park Kyung-
Shin tersenyum, namun Kang Ji-Woo tertawa keras.
“Ya!! Jangan menertawakan pengorbanan Kyung-Shin
Hyung!” kata Ray pada Ji-Woo. Jadilah Hae-Seol yang ingin ter-
tawa segera menahan tawanya setelah mendengar itu. Namun
karena terpikirkan sesuatu, Hae-Seol berlari ke ruang penyeka-
pan.
“Hae-Seol…” namun gadis itu tak mendengar So-Ra
memanggilnya. Beberapa menit kemudian Hae-Seol keluar sam-
223

