Page 232 - Sun Flower Full Naskah
P. 232
tawa saat mendengarkan kata-kata So-Ra. “Haha, apaan sih,”
Hae-Seol menutupi wajahnya dengan bantal.
Setelah video call dari Rian, ponsel Hae-Seol berdering
lagi. Pesan dari Ray yang mengabarkan bahwa lelaki itu sudah
berhenti bekerja. Hae-Seol memperlihatkan pesan Ray pada So-
Ra, “Dia bukan Mister detektif lagi sekarang,” kata Hae-Seol.
***
“Hyung, aku sudah berhenti bekerja sekarang,” Ray
memberitahu dua Hyung di hadapannya.
“Oh, jadi sekarang kau pengangguran?” tanya Kang Ji-
Woo.
“Kau bisa fokus pada bisnismu,” kata Park Kyung-Shin.
“Ya!! Ji-Woo Hyung, aku pengangguran terhormat.”
“Tapi aku tidak menghormatimu.”
“Rakyat Korea selain kau semuanya menghormatiku.”
“Nanti akan kuberitahu fansku kalau mereka tidak perlu
menghormatimu.”
“Kalian berdua! Diam!” Park Kyung-Shin meninggikan
nada suaranya. Jika tidak begitu maka dua orang di dekatnya
sekarang tak akan berhenti berdebat. “Kalau kalian berdua ke-
hilanganku, apa kalian akan berhenti bertengkar?” tanya Park
Kyung-Shin. Ray dan Kang Ji-Woo pucat, kata-kata Kyung-Shin
membuat mereka khawatir.
“Hyung… kau bicara apa?”
“Maksudmu apa Hyung?”
Park Kyung-Shin tertawa. “Kalian berdua harus ber-
saing dengan So-Ra kalau tidak ingin kehilanganku,” Ray dan
Kang Ji-Woo berpandangan, mereka mengerutkan kening, bin-
gung.
“Tidak, kami tidak rela,” kata mereka bersamaan sambil
memegangi tangan Park Kyung-Shin.
“Ah, kalian membuatku merinding saja,” Kyung-Shin
melepaskan pegangan Ray dan Kang Ji-Woo.
“Tapi Hyung, apa maksud dari kata-katamu tadi ada-
lah-”
226

