Page 236 - Sun Flower Full Naskah
P. 236

Dua Puluh Satu








                        i penghujung musim  dingin, Hae-Seol  tengah
                        bersama Ray, tadi ia mendengar lelaki ini ber-
           Dkata bahwa memang ingin menemuinya, kare-
          na itu ketika pesannya terkirim Ray sudah muncul di hadapan
          Hae-Seol.
                 “Oh iya, ini kesepakatan karena aku kalah saat itu,” Hae-
          Seol memberikan kotak berisi hadiah yang sudah ia bungkus
          rapi pada Ray.
                 “Wah, kau sungguh membuatnya?”
                 “Iya. Kan mudah.”
                 “Terima kasih,”
                 Seingat Hae-Seol, ini kali pertamanya Ray mengucap-
          kan terima kasih. Tapi ada apa dengan ekspresi itu? Kenapa Ray
          tak tersenyum walaupun ia mengatakan terima kasih? Apa ia
          tak senang diberi hadiah? Sepertinya bukan, bukankah ia me-
          mang  sedikit  cool?  Ray dan  musim  dingin benar-benar mem-
          bekukan.
                 “Oh ya, ada yang ingin kutanyakan,” kata Ray. Sejenak
          ia menatap pemandangan di depannya, burung-burung jinak
          tengah menyantap biji-bijian yang diberikan orang. Ray sudah
          berpikir berulang kali untuk menanyakan ini pada Hae-Seol.
                 “Hm? Ingin menanyakan apa?”
                 “Apa panggilan Ray itu spesial bagimu?”
                 Hae-Seol tertegun,  ia memang belum menceritakan
          mimpinya  pada  Ray. Selain  So-Ra  dan  Kyung-Shin, mungkin
          Hae-Seol juga harus memberitahu Ray sekarang.
                 “Apa kau percaya kalau aku bilang pernah bertemu
          denganmu jauh sebelum kita bertemu di taman waktu itu?”
                 “Maksudmu? Kau pernah melihatku saat aku masih ke-
          cil?”
                                     230
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241