Page 239 - Sun Flower Full Naskah
P. 239
Kang Ji-Woo sebagai mataharinya. Seseorang yang mampu
membuatnya bahagia walau tanpa berjumpa sekalipun. Dan se-
karang mendengar Ray bertanya seperti itu Hae-Seol juga akan
menjawab, “Iya,”
Meski tidak mungkin ia punya dua matahari, tapi jika
dulu ia menganggap Ray adalah kata lain dari X-Ray rasanya
bukan. Tidak ada variable X diawal nama lelaki ini. Tapi, bu-
kankah juga tak ada variable matahari di nama Kang Ji-Woo?
Ah, itu hanya perumpamaan.
“Ray, aku sudah menceritakan rahasiamu waktu itu, se-
karang kau ingin meminta apa?”
“Mm… nanti, aku pikirkan dulu. Ingat! Kau tidak boleh
menolak,” Ray tersenyum, tidak membekukan lagi sekarang,
justru senyum itu memang seperti sinar yang membuat orang
bahagia. Hae-Seol jadi penasaran apa yang ingin diminta Ray
padanya kelak?
***
Kang Ji-Woo sudah seharian mengikuti Ibunya yang si-
buk bekerja, ia bahkan sudah membatalkan pemotretannya dan
seluruh jadwal hari ini. Karena ia benar-benar butuh kata-kata
mujarab dari sang Ibu.
“Jadi, eomma… aku harus bagaimana?”
“Kau benar-benar menyukainya?” tanya Bunda. Lalu
Kang Ji-Woo mengangguk.
“Kau mencintainya?” Kang Ji-Woo mengangguk lagi.
Menurutnya, ia memang harus mengadakan pesta per-
nikahan di waktu yang bersamaan dengan Park Kyung-Shin.
Bahkan kalau memungkinkan, ia ingin lebih cepat daripada
Kyung-Shin.
“Kau yakin Hae-Seol menyukaimu?” tanya Bunda. Tapi
sejenak Kang Ji-Woo diam.
“Menurut eomma, apa ada orang di dunia ini yang tak
menyukai anakmu yang tampan ini?” kata-kata itu hanya mem-
buat Bunda tertawa.
“Tapi, minggu depan Hae-Seol harus ke Paris untuk
233

