Page 244 - Sun Flower Full Naskah
P. 244
Oh ya ampun, Kang Ji-Woo bahkan selalu memberinya bunga.
Dan sekarang Kang Ji-Woo tak ingin teraniaya, ia akan member-
ikan bunga yang sekarang dibawanya. Tentu saja ia masih akan
meminta bantuan orang lain.
Tidak, Ray tidak hanya memberikan permen pada Hae-
Seol, tapi juga pada Rian dan Bunda. Lalu beberapa menit kemu-
dian Hae-Seol menerima box flower lagi.
“Good luck. Dan katakan pada orang di sebelahmu, jangan mencuri senyummu
dariku,”
Hae-Seol mengedarkan pandangan sesaat setelah mem-
baca pesan di selembar kertas kecil. Ia merasa selalu diikuti pen-
girim bunga misterius. Di sebelah Hae-Seol, Ray juga membaca
tulisan tadi. Sekarang Ray tersenyum sebab ia tahu pastilah itu
perbuatan Kang Ji-Woo. Jelas saja, tulisan di kertas yang seka-
rang dipegang Hae-Seol, Ray sangat mengenalnya.
Ray merasakan degup jantungnya lebih cepat, ada se-
dikit ketakutan bahwa memang ia tak memiliki kesempatan
untuk bersama Hae-Seol. Lihat ia sekarang! Ray mengenakan
setelan jas dari Hae-Seol. Di rumah, beberapa kali ia berteriak
senang karena hadiah itu. Oh, Hae-Seol… jangan menarik ulur
hati seperti ini.
***
“Wah…”
Hae-Seol benar-benar takjub saat kakinya menginjak
Paris. Bunda membantunya menyesuaikan diri dengan lingkun-
gan dan ia juga berkenalan dengan designer ternama di Paris. Ia
sangat bahagia, terlebih lagi ia disambut dengan baik di sana.
Tour hari pertama Hae-Seol di Paris adalah ke menara
Eiffel, Rian dan Ray tak kalah antusias. Beberapa kali mereka
mengambil gambar bersama. Bunda juga bercerita banyak hal
tentang Paris. Sama seperti Hae-Seol, kedatangan Bunda perta-
ma kali ke Paris dulu adalah untuk mengadakan fashion show.
Bunda juga menceritakan makanan khas Paris yang
238

