Page 245 - Sun Flower Full Naskah
P. 245
halal dan patut mereka coba. Bunda bahkan juga menceritakan
makanan kesukaan Kang Ji-Woo, padahal Hae-Seol tak bertan-
ya, tetapi Bunda berkata, “Jika ingin belajar memasak makanan
kesukaan Kang Ji-Woo, Bunda akan mengajari,” Hae-Seol
tersenyum, wajahnya pastilah berseri-seri sekarang. Untung saja
Ray dan Rian jauh di belakangnya, kalau tidak Rian pasti mele-
dek dan Ray akan menertawakan ekspresinya.
Barangkali Ray tak akan tertawa seperti dugaan Hae-
Seol, lelaki itu pastilah merasakan cemburu memenuhi rongga
dadanya kalau ia mendengar Bunda berkata seperti tadi. Mereka
bertiga; Ray, Kang Ji-Woo dan Park Kyung-Shin memiliki ban-
yak kesamaan, selain mereka sama-sama suka permen, mereka
juga menyukai makanan yang sama; cake dan sate. Sebab dua
macam makanan itulah yang sering mereka nikmati bersama
sejak kecil, dan jika makan nasi maka mereka bertiga pasti juga
meminta doenjang soup. Selalu sama, sampai sekarang Ray kesal
karena ia dan Kang Ji-Woo menyukai gadis yang sama. Ah, tu-
gasnya sekarang bukan untuk membahas tentang perasaan, teta-
pi menemani Hae-Seol dan menjaga Rian. Kelak, jika ia memili-
ki kesempatan, maka ia akan mengutarakan perasaannya pada
Hae-Seol.
***
Ray memang tak salah jawab saat Kang Ji-Woo
menanyakan tentang Hae-Seol padanya. Ia benar bahwa Hae-
Seol memang hebat dan benar-benar hebat. Ray masih melihat
Hae-Seol berdiri di panggung setelah karya-karyanya selesai di-
peragakan.
Tidak hanya Ray, Kang Ji-Woo juga akan berpendapat
bahwa Hae-Seol memang hebat. Sekarang dengan penampilan
tertutup dan berkacamata, Kang Ji-Woo melihat Hae-Seol turun
dari panggung. Gadis itu menerima banyak bunga dan tentu
saja ucapan selamat membanjiri Hae-Seol. Ji-Woo beranjak kel-
uar, dengan melihat Hae-Seol bahagia seperti itu sudah cukup
baginya, ia harus tiba di Korea sebelum mereka.
“Chukhahae Hae-Seol…”
239

