Page 247 - Sun Flower Full Naskah
P. 247
tadi kan? Ray tak meminta Hae-Seol mengatakan apa-apa.
“Ray…” kali ini Hae-Seol bersuara, tapi hanya men-
gucapkan nama Ray. Ia ingin sekali menumpahkan seluruh
perasaannya sekarang tapi entah ada apa dengan dirinya, Hae-
Seol bahkan tak tahu harus berkata apa. Ada sisi hatinya yang
meminta ia bungkam saja.
Hati Hae-Seol meronta-ronta mendengar kata-kata Ray,
ia bahkan tak sadar airmatanya jatuh. Oh ayolah, kau harus men-
gatakan sesuatu Hae-Seol. Tapi apa yang harus dikatakannya?
Otaknya saja bahkan tak bisa berpikir jernih sekarang. Apalagi
yang bisa dikatakan Hae-Seol selain menyebut nama lelaki itu
berulang-ulang.
“Ambil ini! Orang-orang akan heran melihatmu
menangis di saat seperti ini. Sekali lagi selamat, fashion show
yang kulihat benar-benar hebat. Seperti dirimu.” Ray memberi-
kan sapu tangannya pada Hae-Seol. Lelaki itu menahan hujaman
beberapa kali saat harus menahan diri mengatakan; maukah kau
menikah denganku? Tidak, ia tidak akan mengatakan pertanyaan
itu, ia tahu Kang Ji-Woo lebih berhak. Tapi, apa itu berarti ia tak
berhak sama sekali? Bukankah setiap orang memiliki hak untuk
menyatakan perasaannya? Dan Ray memilih diam setelah meli-
hat Hae-Seol mengusap airmatanya. Ia yakin bahwa ia sempat
membuat Hae-Seol akan membalas perasaannya, namun seperti
yang ia tahu sendiri bahwa sejak dulu Hae-Seol menyukai Kang
Ji-Woo. Seperti Ray, Hae-Seol juga sangat konsisten. Ray bahkan
sudah bahagia, karena tahu bahwa ia spesial bagi Hae-Seol. Dan
rasanya itu sudah cukup.
Ah! Bohong kalau ia berkata seperti itu, tidak ada orang
yang menginginkan cintanya bertepuk sebelah tangan.
“Ji-Woo Hyung, aku tak akan mencuri senyumnya darimu.
Tapi, jika nanti kau membuat senyumnya memudar, maka aku akan
mengambil posisimu. Jadi, pastikan dia selalu bahagia, jika tidak aku
akan benar-benar murka.”
241

