Page 242 - Sun Flower Full Naskah
P. 242

rumah So-Ra, sahabatnya benar, ada tiga kamar yang mengang-
          gur di rumah So-Ra. Hae-Seol juga sudah mengatakan bahwa
          kelak Rian akan datang dan ke rumah So-Ra, dan ah, di mana
          So-Ra sekarang?
                 Terdengar suara yang cukup ramai saat Hae-Seol baru
          akan menghubungi So-Ra, ia keluar dari kamar dan melihat ada
          So-Ra, Kyung-Shin dan Rian. Oh astaga! Ia lupa ini sudah lewat
          satu jam.
                 “Aku langsung menjemput Rian karena kulihat kau lagi
          sibuk,” kata  So-Ra. Ia benar-benar senang melihat bongkahan
          bahagianya datang ke Korea. Iya! Menurut Hae-Seol, Rian ada-
          lah bongkahan kebahagiaan. Karena Rian selalu membuatnya
          tertawa dan semangat. Bahkan dulu Rian juga membantu Hae-
          Seol untuk tak mengurung diri hingga ia bergabung di komuni-
          tas memanah dan menembak.
                 “Syukurlah kau sampai dengan selamat.”
                 “Ini aku letakkan di mana Kak?” tanya Rian sambil
          menunjuk kopernya.
                 “Sini, biar langsung diletakkan di kamar,” kata Park
          Kyung-Shin.  Melihat itu, Hae-Seol takjub  dengan komunikasi
          So-Ra  dan Kyung-Shin sebab Hae-Seol  tak memberitahu Park
          Kyung-Shin tentang kedatangan Rian.
                 “Sekarang kau bisa istirahat, jika lapar di dapur ada
          makanan, atau mau jalan-jalan saja sekarang?” kata So-Ra pada
          Rian. Ia ingat adik Hae-Seol ini sangat baik saat ia ke Indonesia
          menemani Hae-Seol pulang waktu itu. Sekarang giliran So-Ra
          mengajak Rian jalan-jalan dan mencicipi banyak makanan. Sama
          halnya seperti So-Ra yang menggunakan bahasa Indonesia sela-
          ma di sana, sekarang Rian menggunakan bahasa Korea dengan
          baik. Bahkan Hae-Seol saja takjub dengan kemampuan adiknya.

                                     ***

                 Sudah lama Kang Ji-Woo tidak tersenyum belakangan
          ini, ia harus menahan diri untuk menemui Hae-Seol karena ia
          patuh pada perintah Ibunya. Ia bahkan tidak membalas pesan
          Hae-Seol yang mengajak ke Paris, dan ia tidak bisa memberikan

                                     236
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247