Page 234 - Sun Flower Full Naskah
P. 234
yang bagus untuk Ha-Na. Ia sudah membungkus dan akan
segera mengirimkannya. Hae-Seol juga membawa hadiah untuk
Ray, ia tidak lagi memberikan hadiah kaos merah hati dan jeans
pada Ray, tapi setelan jas yang pas untuk lelaki kaku namun
lucu.
Ia sendiri yang mendesain dan menjahitnya. Setelan jas
berwarna hitam, menurut Hae-Seol, Ray memang cocok dengan
warna itu. Hitam adalah warna yang elegan dan menyimpan sisi
misterius. Ah! Tapi setelan ini tidak benar-benar berwarna hi-
tam, jika orang melihatnya dari dekat maka akan tampak garis
loreng seperti baju tentara. Agar sepaket, Hae-Seol juga menjahit
kaos hitam dan syal kecil yang juga berwarna hitam namun ber-
motif bintang kecil.
Setelah mengirimkan paket ke Jepang untuk Ha-Na,
Hae-Seol mengirim pesan pada Ray. “Ray, ayo bertemu seka-
rang,” pesannya baru saja terkirim tapi Ray sudah ada di depan
Hae-Seol. “Wah, ajaib!” lirihnya.
“Kau ada urusan apa di sini?”
“Mengirimkan paket untuk Ha-Na. Kau?”
Ray melihat ponselnya dan membaca pesan Hae-Seol,
“Aku disini karena kau ingin bertemu,” kata Ray sambil menun-
jukkan pesan Hae-Seol di ponselnya. Gadis itu tertawa, jelas-
jelas tadi pesannya terkirim bersamaan dengan mobil Ray yang
berhenti di depannya.
228

