Page 228 - Sun Flower Full Naskah
P. 228
Kyung-Shin geram.
Hae-Seol dan So-Ra yang menyaksikan itu tengah ber-
pikir keras apa yang harus mereka lakukan. Sekarang keadaan
semakin darurat, anak buah Kim Tae-Jin semuanya bergerak.
Pistol diarahkan tak hanya pada Kyung-Shin tetapi juga pada
Hae-Seol dan So-Ra. Tak ada pilihan lain, mereka harus berta-
rung.
***
Pertarungan sengit terjadi, Park Kyung-Shin terluka
tetapi ia tetap melawan dan langsung berhadapan dengan Kim
Tae-Jin. Kata-kata yang ia dengar tadi membuatnya berpikir ha-
rus segera melenyapkan Kim Tae-Jin.
Hae-Seol dan So-Ra berhasil melumpuhkan anak buah
Kim Tae-Jin yang mereka hadapi. Hae-Seol tersenyum saat So-
Ra tanpa ragu menembak. Mereka tak punya senjata tadi, tapi
sekarang ada banyak senjata yang bisa mereka pakai.
Mereka sudah berada di luar ruang penyekapan, berse-
berangan, Hae-Seol dapat melihat Ray dan Kang Ji-Woo. Sama.
Mereka juga sedang bertarung.
“Ayahmu itu sangat menyedihkan,” kata Kim Tae-Jin
pada Park Kyung-Shin.
“Kau jauh lebih menyedihkan, bangsat! Kau tahu?
Ayahku sangat menyayangi keluarganya, sementara kau? Tch!
Kau bahkan membunuh istrimu.”
Mendengar itu Kim Tae-Jin menjadi murka, ia menem-
bak beberapa kali tapi dapat dihindari oleh Kyung-Shin. Ia juga
membalas dengan tembakan, “Ini untuk Ayahku,” kata Kyung-
Shin kemudian membuat peluru bersarang di kaki Kim Tae-Jin.
“Ini untuk Ibuku,” Park Kyung-Shin melumpuhkan kedua kaki
Kim Tae-Jin.
“Tempat ini sudah dikepung! Kim Tae-Jin! Segera kelu-
ar!”
Setelah sekian lama, tempat persembunyian Kim Tae-
Jin akhirnya ditemukan. Bersamaan dengan pemberitahuan itu,
Park Kyung Shin menyeret Kim Tae-Jin keluar. Di luar, Kang
222

