Page 207 - Sun Flower Full Naskah
P. 207

berada di dekat Kang Ji-Woo sekarang juga kaget ketika ia men-
          gatakan tentang ancaman Kim Tae-Yoon.
                 “Pantas saja Kim Tae-Jin tak mau menyentuhmu, Kang
          Ji-Woo.”
                 “Kya! Ray! Panggil aku Hyung seperti tadi!”
                 “Ini salahmu karena tak menceritakan itu padaku.”
                 “Kapan aku memiliki kesempatan bercerita padamu jika
          kau selalu bersikap begini?”
                 Pada akhirnya mereka bertengkar lagi, tapi Ray memilih
          diam sekarang. Ia jengkel, kalau saja dari dulu ia tahu tentang
          hubungan Kang Ji-Woo dan Kim Tae-Yoon, ia pasti sudah me-
          manfaatkan itu untuk menjerat Kim Tae-Jin.
                 “Ye! Mianhae, Ji-Woo Hyung,” Ray berbicara datar tanpa
          ekspresi menyesal di wajahnya.
                 “Mm,  aku selalu penasaran kenapa sejak kecil kau
          memusuhiku?”
                 Meledaklah tawa Hae-Seol mendengar Kang  Ji-Woo
          mempertanyakan itu, Ray menatap Hae-Seol dan ia tahu mak-
          sud Ray, “Ingat! Kau jangan mengatakan itu pada mereka, aku
          bisa malu. Kau tidak lupa syaratnya kan? Jika kau berani men-
          gatakannya maka kau harus mengabulkan permintaanku,” Hae-
          Seol masih tertawa, menurutnya jika masalah itu pada akhirnya
          akan menjadi sengketa maka lebih baik ia katakan saja. Tentang
          syarat yang pernah dikatakan Ray jika ia melanggar, nanti saja ia
          pikirkan.
                 Entah Park Kyung-Shin harus tersanjung atau bagaima-
          na, sekarang  ia hanya  memeluk Ray dan Kang  Ji-Woo secara
          bersamaan. So-Ra tersenyum menyaksikan momen itu dan Hae-
          Seol masih tertawa, beberapa kali ia menutupi wajah karena
          menahan tawa.
                 “Aku menyayangi kalian berdua seperti aku menyayan-
          gi diriku sendiri,” kata Park Kyung-Shin.
                 Kang Ji-Woo  dan  Ray sangat terharu mendengar  itu,
          sengketa pertengkaran  yang begitu  panjang ternyata  diawali
          oleh kecemburuan sosial yang mengendap di hati Ray.
                 “Hadiah ulang tahun dari kalian bahkan masih kusim-
          pan,” lanjut Kyung-Shin.

                                      201
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212