Page 202 - Sun Flower Full Naskah
P. 202
nya. Ray tahu Hae-Seol yang menelepon, ia sempat mengatakan
agar Hae-Seol mematikan telepon tapi tidak juga. Ia tak dapat
bergerak untuk sementara waktu karena beberapa pistol diarah-
kan padanya. Setelah mendengar Hae-Seol akan menyusul, Ray
langsung memutar tendangan dan menjatuhkan semua pistol
yang diarahkan padanya. Terjadilah perkelahian dan Ray segera
menghindar, ia hanya tak ingin membahayakan Hae-Seol lagi.
Ray tahu sudah sejak lama bahwa Ayahnya adalah seo-
rang anggota dari organisasi intelijen Korea Selatan. Ibunya juga
tahu itu, tapi Park Kyung-Shin tidak. Saat itu Ayah Ray tengah
bertugas, namun melakukan kesalahan hingga ia ketahuan. Kes-
alahan itu terjadi lantaran Ayah Ray yang emosi mendengar seo-
rang mafia akan menghancurkan Kang Dong-Sun lalu terjadilah
perkelahian. Saat itu, bos besar mafia di hadapan Ayah Ray tahu
tentang hubungannya dengan Kang Dong-Sun, ia diberi pilihan;
ia sendiri yang menghancurkan Kang Dong-Sun atau mereka
yang akan menghancurkannya. Jika Ayah Ray memilih pilihan
kedua, maka ia sudah pasti dibunuh saat itu juga dan tak ada
jaminan keluarganya akan aman.
Di bawah pengawasan bos mafia, Ayah Ray menyusun
skenario sendiri tanpa diketahui bos mafia itu. Ia sudah mem-
beritahu Kang Dong-Sun untuk ikut saja dalam rencananya,
setelah punya celah barulah mereka akan membunuh bos mafia
dan menghancurkan gerombolannya. Kang Dong-Sun melarang
dan akan mengerahkan seluruh keamanannya, namun Ayah
Ray mengincar untuk membunuh langsung bos mafia, ia mela-
rang Kang Dong-Sun melibatkan keamanan pribadi. Ia melaku-
kan itu karena sudah memilih dan sifat keras kepala Ray adalah
warisan dari Ayahnya.
Setelah itu, Ayah Ray memilih keluar dari organisasi
intelijen, namun demikian, ia tetap mendidik Ray di jalan itu.
Dengan kecerdasan Ray dan lewat teman Ayahnya, Ray direkrut
menjadi anggota termuda di organisasi intelijen Korea Selatan.
Rencana semula berhasil dijalankan oleh Ayah Ray, ia tiba saat
harus melakukan pembunuhan pada Kang Dong-Sun, saat itu
peluru pistolnya kosong dan Ibu Ray mengetahui itu. Tetapi
dari arah lain Ibu Ray melihat seseorang juga menembak.
196

