Page 201 - Sun Flower Full Naskah
P. 201

tidak, ah! Mungkin ia memang tak menggubris kata-kata Ray.
          Mungkin ia tahu maksud Ray, tapi bukan itu yang ingin diden-
          gar Hae-Seol. Gadis itu ingin Ray menceritakan masalah yang
          sedang terjadi.
                 “Aku tidak punya rahasia apa-apa.”
                 “Lihat aku! Jangan mengalihkan pandanganmu.”
                 Park Kyung-Shin dan So-Ra tak berkata apa-apa, mere-
          ka membiarkan dua orang yang sama-sama keras kepala tengah
          berbicara. Kang Ji-Woo bermaksud melerai tapi tangan Kyung-
          Shin menahannya.
                 Ray mengalihkan pandangan ketika Hae-Seol tak men-
          gatakan apa-apa tentang pernyataannya tadi. Apa Hae-Seol tak
          tahu? Sebenarnya itu adalah sebuah pengakuan. Tidak, Hae-Seol
          bukan tidak tahu, tapi bukan itu yang ingin ia ketahui sekarang.
          Bukan tanpa alasan Ray mengedarkan pandangan. Ia hanya ber-
          jaga-jaga, dari Hae-Seol yang memintanya jujur dan dari gerom-
          bolan penjahat yang tadi dihadapinya.
                 “Pergi! Sekarang ayo pergi!” Ray melihat gerombo-
          lan penjahat tadi. Mereka masuk  mobil  dan  mencari  tempat
          aman untuk melanjutkan cerita yang menggantung. Tak ingin
          membuat keributan di tengah kota, mereka pun pergi dan Park
          Kyung-Shin memilih ke rumahnya. Rumah keluarga yang mer-
          eka tempati bersama, dulu. Rumah yang sudah sejak lama ia tak
          tidur di sana.


                                     ***

                 Ray tengah  bertugas  memata-matai transaksi narkoba
          dalam jumlah besar. Ia sangat ingin menyelesaikan tugas itu
          setelah  mengetahui  dalang  sekaligus  mafia  yang  terlibat  ada-
          lah orang yang sudah menghancurkan keharmonisan keluarga
          hingga  Ayahnya  harus berpura-pura  seperti orang jahat yang
          seolah memusuhi Kang Dong-Sun dan menginginkan harta.
                 Keberadaan Ray yang memata-matai transaksi narkoba
          diketahui karena deringan ponselnya. Ia baru akan mematikan
          ponsel, namun seseorang sudah melabuhkan tinju ke wajah Ray.
          Ponselnya tadi terjatuh, dan diambil oleh orang yang memukul-

                                      195
   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206