Page 197 - Sun Flower Full Naskah
P. 197
Atau aku saja yang ke sana?” sama sekali tak ada jawaban, tak
biasanya Ray begini.
“So-Ra, Ray tak menjawab,” kata Hae-Seol dengan nada
khawatir. “Cepat hubungi Kyung-Shin Oppa, kita akan mencari
Ray,” sejenak terlihat So-Ra tengah menelepon Park Kyung-
Shin. Mereka bergegas keluar, Hae-Seol tak menginginkan hal
buruk terjadi pada Ray. Oh percayalah! Ini hanya kekhawatiran
seorang teman.
Mereka bertemu Kyung-Shin di persimpangan jalan,
lebih cepat dari dugaan Hae-Seol ternyata Park Kyung-Shin su-
dah menemukan lokasi Ray. Mereka menuju kesana. Setelah ini
ingin sekali rasanya Kyung-Shin tinggal bersama adiknya. Ia ha-
rus bisa menjaga Ray. Ah, Park Kyung-Shin belum tahu bahwa
sebenarnya Ray telah melindungi banyak orang, tentu mudah
baginya untuk melindungi diri sendiri.
“So-Ra… di sana!” Hae-Seol menunjuk seseorang yang
duduk di pinggir jalan, tidak salah lagi, orang itu adalah Ray.
Lelaki itu tengah memegang ponselnya dan percaya kalau Hae-
Seol sekarang pastilah mencarinya. Benar, ketika ia menoleh
tampak Hae-Seol berlari ke arahnya. Disusul Park Kyung-Shin
dan So-Ra.
“Ray…” tadinya Hae-Seol ingin bertanya kenapa Ray
tak membalas pesan, tapi setelah melihat keadaan Ray, Hae-Seol
mengurungkan niatnya. Ray sedang tidak enak dilihat, tampan-
gnya kacau, lebam di wajah, terluka di dahi, dan pakaiannya ku-
sut. Hae-Seol tak suka melihat Ray begitu.
“Kau kenapa bisa sampai begini?” Park Kyung-Shin
melepas jaket dan memakaikannya pada Ray. Terlihat bahwa
Kyung-Shin sangat menyayangi adiknya. Ia memeluk Ray, me-
nepuk-nepuk punggung dan meminta maaf karena tak menjaga
Ray dengan baik. Oh, Ray sangat bahagia. Ia harus menceritakan
momen ini saat ia bertengkar dengan Kang Ji-Woo.
Belum ada jawaban, Kyung-Shin kemudian mengajak
Ray masuk ke mobil dan pulang. Pertanyaan yang sudah dis-
usun oleh Park Kyung-Shin menjadi buyar, Ray harus diobati
dan harus istirahat.
“Aku hanya berkelahi dengan temanku,” kata Ray yang
191

