Page 195 - Sun Flower Full Naskah
P. 195

sedang mencaritahu lokasi Lee So-Ra di GPS ponselnya.”
                 “Wah… daebak, So-Ra pasti senang kalau aku ceritakan
          ini nanti.” Hae-Seol tersenyum, sekarang Kang Ji-Woo yang se-
          jenak berhenti mengunyah karena melihat Hae-Seol tersenyum
          lepas. Mata indahnya berseri-seri, Kang Ji-Woo merekam den-
          gan baik saat Hae-Seol tersenyum. Dan ia sudah menyematkan
          senyum itu di lagu terbaru yang dibuatnya. Memang, menghan-
          gatkan seperti sinar matahari.
                 Kang Ji-Woo sudah mengunyah lagi saat tersadar bah-
          wa Hae-Seol tersenyum begitu karena Kyung-Shin dan So-Ra.
          Hae-Seol bahkan tak mengomentari tentang Kang Ji-Woo yang
          melakukan hal sama seperti Park Kyung-Shin.
                 “Tapi, Oppa…  apa Kim  Tae-Yoon  memang  benar
          kekasihmu?” Hae-Seol mengkonfirmasi itu lagi. Dan sekarang
          emosinya stabil. Ia sudah beberapa kali memanggil Kang Ji-Woo
          dengan sebutan Oppa. Ia juga harus menyadari bahwa sekarang
          ia tengah berbicara pada Kang Ji-Woo yang tujuh tahun diatasn-
          ya. Bukan dengan Ray yang sebaya dengan Hae-Seol.
                 “Haha… bukan, dia  hanya temanku. Kau cukup per-
          caya saja pada kata-kataku.”
                 Hae-Seol melihat Kang Ji-Woo tertawa, ah! Tawa yang
          sering dilihatnya, iya! Di koleksi foto milik Hae-Seol remaja, ban-
          yak sekali tersimpan foto Kang Ji-Woo dengan berbagai ekspresi
          dan didominasi oleh tawanya. Dan sekarang Hae-Seol melihat
          tawa itu di dunia nyata. Ia bahkan ingin meminta bunga-bunga
          bermekaran saja di musim dingin seperti ini.

                                     ***

                 “Sebenarnya kalian saling menyukai, tapi belum ada
          yang berani bersuara,” kata Hae-Seol pada So-Ra. Ia mencerita-
          kan informasi yang tadi ia dapatkan dari Kang Ji-Woo. So-Ra ha-
          nya tersipu malu, tidak tahu harus berkomentar apa. Itu berarti
          selama ini Park Kyung-Shin memantau keberadaannya.
                 “Kau juga. Sudah jalan-jalan ke museum dengan Ray
          dan tadi makan sama Ji-Woo Oppa. ” sekarang Hae-Seol yang
          menjadi tersipu malu, ia mengingat jelas kata-kata yang diucap-

                                      189
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200