Page 191 - Sun Flower Full Naskah
P. 191
“Okay, kita minta saja Hae-Seol menghubungi Ray,”
kata Park Kyung-Shin setelah berpikir panjang. Lalu terlihat So-
Ra mengetik pesan untuk Hae-Seol.
***
Jika sepulang kerja So-Ra akan pergi ke restoran, maka
Hae-Seol masih di ruangannya atau di hari lain ia akan jalan-
jalan. Dan sekarang Hae-Seol tengah menggambar, rutinitas
yang memang selalu ia lakukan kalau tak ada urusan lain. Ia
mendesain baju, mencoba menuruti saran Bunda untuk menem-
bus fashion show di luar negeri. Sebenarnya Bunda sudah men-
awarkan jalan yang mudah sebab Bunda memiliki banyak teman
di luar negeri, tapi Hae-Seol memilih berjuang dari bawah. Ah!
Tidak benar-benar dari bawah sebab tak sedikit designer terkenal
kagum dengan karyanya, dan tak sedikit juga dari mereka yang
menantikan karya-karya Hae-Seol tampil di fashion show luar
negeri.
Ia baru saja menyelesaikan gambarnya saat mendengar
ponsel berdering dan sebuah pesan masuk. “Loh?” Hae-Seol
kaget melihat nama di layar ponselnya. Seingat Hae-Seol ia tak
memiliki kontak Kang Ji-Woo, dan sekarang di layar ponseln-
ya menampilkan nama Ji-Woo Oppa dan diakhiri dengan tanda
hati. Ia memang tak pernah melihat satu-satu daftar kontak di
ponselnya. “Pastilah ini dibuat waktu ponselku tertinggal di mo-
bilnya,” gumam Hae-Seol.
“Ayo bertemu sekarang.”
Begitu yang tertulis, Hae-Seol tersenyum senang. Dan
sekarang ia malu, ia malu pada Hae-Seol remaja yang dulu sem-
pat mengedit foto. Untung tak ada satupun orang termasuk So-
Ra yang mengutak-atik laptopnya. Kalau tidak pastilah ia akan
lebih malu dari sekarang.
Hae-Seol membalas pesan Kang Ji-Woo dan menanya-
kan dimana tempat mereka akan bertemu. Tak lama ia melihat
balasan Kang Ji-Woo, Hae-Seol tahu tempat itu, jelas ia sangat
tahu sebab di sana lah ia makan sate, melampiaskan rindu pada
makanan kesukaannya.
185

