Page 187 - Sun Flower Full Naskah
P. 187

kutanyakan lagi. Tapi akan kuganti pertanyaannya; apa panggilan Ray
          itu spesial bagimu?” batin Ray.
                 Hae-Seol melambaikan tangan lagi saat melihat Ray per-
          gi, ia yakin ia bisa mempercayakan rahasianya pada Ray. Dan ah
          iya! Hae-Seol belum sempat bertanya tentang senjata yang saat
          itu dipakai Ray. Tapi sekarang ia tak mungkin meminta Ray ber-
          henti lagi hanya untuk menjawab pertanyaannya. Apapun yang
          dilakukan Ray, Hae-Seol percaya bahwa lelaki itu adalah orang
          baik. Tentu akan lebih baik lagi jika sering tertawa seperti tadi.
                 Kembali ke apartemennya, Hae-Seol melihat  box  flow-
          er di depan pintu. Ia tidak menyadari ada seseorang yang lagi
          berusaha setengah mati agar tak terlihat oleh Hae-Seol. Meski
          hampir ketahuan, Kang Ji-Woo tidak menyesal mencoba mem-
          berikan bunga secara langsung sebab tadi ia melihat Hae-Seol
          keluar dari mobil Ray.
                 “Ah! Anak itu  lagi!” gerutu  Kang  Ji-Woo yang  sudah
          berhasil menyelamatkan diri dari apartemen Hae-Seol. “Kenapa
          Hae-Seol menangis tadi? Jangan-jangan anak itu menyakitinya?
          Tadi kan dia tertawa. Awas kau Park Kyung-Soo,” Kang Ji-Woo
          masih menggerutu dan mengepalkan tinjunya. Memang jarang
          ia melihat Ray tertawa tapi sekarang ia tidak benar-benar akan
          memukul Ray, semua orang tahu, selain ia tampan, Kang Ji-Woo
          adalah orang yang ekspresif, humoris, ramah dan lucu. Mun-
          gkin karena sifatnya itu juga ia terlihat lebih muda dari usianya.
                 “Seperti biasa…” Hae-Seol mengambil bunga dan ma-
          suk ke apartemennya. Ia melihat secarik pesan lagi, namun tu-
          lisannya tak rapi seperti kemarin. “Jangan lupa tersenyum. Jika
          ada orang yang melukaimu, pukul saja dia!” Hae-Seol tertawa
          membacanya, ia membuka pintu dan melihat-lihat keluar tapi
          tak ada orang, seperti biasa.












                                      181
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192