Page 184 - Sun Flower Full Naskah
P. 184
gan hadiah. Ray anti menjadi populer, dan itu juga adalah ala-
san kesekian yang membuat ia bertengkar dengan Kang Ji-Woo.
Karena kepopuleran itu. Tentu alasan utamanya adalah Park
Kyung-Shin.
“Karena…” baru saja Hae-Seol akan menjawab tapi Ray
menghentikan mobil.
“Karena apa?” tanya Ray. Ia bahkan refleks menginjak
rem, menurutnya ini serius. Maka dari itu, ia segera menginjak
gas dan melanjutkan perjalanan lagi sebelum Hae-Seol men-
yadari bahwa ia memang sangat ingin tahu.
Hae-Seol sudah terlanjur keheranan, ia hanya memper-
hatikan Ray yang lagi mengemudi sekarang, gadis itu baru sa-
dar ada guratan sedih di mata Ray. Seperti matanya baru saja
memecahkan kristal-kristal bening lalu menjatuhkan airmata.
Hanya perkiraan Hae-Seol, ia tak akan menanyakan tentang itu.
“Lanjutkan saja bicaramu tadi,” kata Ray. Hae-Seol se-
jenak berpikir, “Apa aku harus menceritakan juga tentang mimpiku
padanya? Atau aku hanya perlu menyiapkan alasan lain yang lebih
logis.”
“Karena…” ah, Ray menghentikan mobil lagi saat ia
akan menjawab.
“Kita sudah sampai.”
Ray memarkirkan mobil dan mereka keluar. Hae-Seol
takjub dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia bahkan tak ber-
niat lagi menjawab pertanyaan Ray tadi.
“Wah, tempat apa ini?” tanya Hae-Seol sambil menge-
darkan pandangan dan tersenyum.
“Museum Nasional Rakyat Korea,” jawab Ray, ia masih
menantikan Hae-Seol melanjutkan kata-kata yang menggantung
tadi. “Karena apa, Hae-Seol?”
“Mm… kau penyuka sejarah rupanya,” kata Hae-Seol
sambil melangkahkan kaki. Mereka jalan-jalan di sekitar sana
kemudian memasuki museum. Mungkin Ray harus menahan
rasa penasarannya sebab Hae-Seol akan banyak tanya sekarang,
gadis itu tersenyum senang sejak mereka tiba tadi.
Di dalam museum ada lebih dari 4.000 benda bersejarah
yang terbagi dalam periode-periode waktu dalam sejarah Korea,
178

