Page 179 - Sun Flower Full Naskah
P. 179

pan,” kata Hae-Seol yang masih berdiri di depan pintu. Suhu
          yang dingin membuat Hae-Seol memikirkan makanan kesukaan-
          nya, sate. Membayangkan sate yang baru saja dibakar dan masih
          menyisakan asap, membuat Hae-Seol rindu masakan Mama. Ia
          bisa saja dengan mudah membuat sate, namun momennya akan
          berbeda.
                 “Mama, aku rindu. Apa kabar Ayah dan Rian?” Hae-
          Seol sudah menelepon Mama. Ia tak menceritakan kejadian yang
          menimpanya kemarin, Mama bisa menjadi sangat khawatir
          mendengar itu.
                 “Kami semua  sehat, banyak teman-temanmu yang ke
          rumah dan menanyakan kabarmu,” kata Mama, Hae-Seol terin-
          gat pada beberapa teman dekatnya dulu, mungkin saja mereka
          menonton acara fashion show yang videonya sudah ada di inter-
          net.
                 Ia masih berbicara dengan Mama lewat telepon sambil
          mengenakan jaket, Hae-Seol ingin keluar, ia tak akan berada di
          tempat sepi seperti kemarin, sekarang ia hanya ingin mengikuti
          saran So-Ra saat di dalam pesawat dulu. Hae-Seol akan pergi
          makan ke salah satu cabang restoran milik keluarga Bunda.
                 Di sana ada menu sate, Hae-Seol mengira pastilah menu
          itu ada karena Kang Ji-Woo juga sangat menyukai sate. Kelak
          Hae-Seol akan menyarankan pada So-Ra untuk  menyediakan
          sate di restorannya. Tentang makanan kesukaannya yang sama
          dengan Kang  Ji-Woo, ia tak mengada-ada. Bahkan sebelum
          remaja dan sebelum ia tahu sosok Kang Ji-Woo, Hae-Seol me-
          mang sudah sangat menyukai sate.

                                     ***


                 “Ray, kau bisa keluar sekarang?”
                 “Tidak bisa Hyung, aku benar-benar sibuk.”
                 Park Kyung-Shin menutup teleponnya, ia masih penasa-
          ran tentang hal penting yang pernah ingin dikatakan Ray padan-
          ya. Tadi ia sedikit tak nyaman menyebut ‘Ray’ sebab selama ini
          ia selalu memanggil adiknya Kyung-Soo. Namun dibiarkannya
          saja daripada Ray marah-marah lagi.

                                      173
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184