Page 176 - Sun Flower Full Naskah
P. 176
di sini?” tanya Ray. Hae-Seol takjub dengan keadaan itu, perde-
batan pun benar-benar berhenti setelah Kyung-Shin menengahi.
“Kalian berdua yang kenapa?!” Kyung-Shin balik ber-
tanya. “Yang satunya tidak sadar dengan usia!” Park Kyung-
Shin menatap Kang Ji-Woo. “Yang satu lagi tak memiliki rasa
hormat!” kali ini tatapan Kyung-Shin beralih melihat Ray. Mer-
eka yang lagi dimarahi Park Kyung-Shin pun hanya diam. So-
Ra bahkan menyikut lengan Hae-Seol sambil tersenyum melihat
yang sedang terjadi.
“Hae-Seol, kenapa mereka menyerangmu tadi?” nada
bicara Park Kyung-Shin sudah kembali normal, tadi lewat pesan
singkat Hae-Seol memang menceritakan itu sebelum meminta
Kyung-Shin datang. Hae-Seol belum menjawab sebab pandan-
gannya dicuri oleh Kang Ji-Woo dan Ray yang melongo kaget
dan menunjuk diri mereka sendiri. Seolah mereka hendak men-
gatakan “Oleh kami? Hyung! Kami tidak menyerang Hae-Seol.”
“Maksudku bukan kalian berdua!” kata Kyung-Shin
datar, ia juga tak berminat lagi meninggikan suaranya.
“Mm, aku juga tidak tahu Oppa,” jawab Hae-Seol.
“Ayah tidak terlibat lagi dalam masalah ini,” sambung
Ray. Lelaki itu tak ingin ada seorang pun yang menyalahkan
Ayahnya, ia ingin sang Ayah tenang bersama Ibunya ‘di sana’.
Suasana hening, Ray menunduk, takut kalau empat
orang di hadapannya menyadari bahwa ada banyak hal yang ia
sembunyikan. Ray tahu ini bukan waktu yang tepat untuk men-
jelaskan banyak hal. Sekarang ia hanya perlu melindungi orang
yang terancam, sekalipun orang itu adalah Kang Ji-Woo, Ray
akan melindunginya.
Hae-Seol juga tak berkata-kata lagi, jalan cerita yang
ia hadapi di dunia nyata memang tak sama dengan mimpinya.
Hae-Seol harus beranjak pergi dari mimpi itu, ia harus menelu-
suri kenyataan dan jika keadaan seperti tadi maka ia juga akan
bertarung. Dalam diamnya, Hae-Seol melihat Ray. Ia tahu ada
banyak rahasia, tapi Ray, bisakah sekali saja tersenyum?
170

