Page 182 - Sun Flower Full Naskah
P. 182
mengenalkan dirinya, Hae-Seol pun menjabat tangan yang di-
ulurkan Kim Tae-Yoon. “Kekasih Kang Ji-Woo,” tambahnya,
Hae-Seol baru saja akan menyebutkan namanya tetapi diam se-
jenak saat mendengar Kim Tae-Yoon mengatakan itu.
“Lee Hae-Seol,” ia hanya tersenyum manis seolah tak
mendengar kata-kata yang disebutkan Kim Tae-Yoon tadi. Tak
lama setelah mereka berkenalan, Bunda berpamitan pada Hae-
Seol. Bunda juga mengingatkannya untuk tetap hati-hati dan
jaga diri.
Hae-Seol masih sempat melihat sopir membukakan pin-
tu mobil untuk Bunda dan Kim Tae-Yoon, di belakang mobil
Bunda ada pengawalnya yang mengikuti. Sekarang hati Hae-
Seol seperti sate yang tadi dimakannya, tertusuk-tusuk. Sakit
mendengar Kim Tae-Yoon mengklaim diri sebagai kekasih Kang
Ji-Woo. Ia tak pernah memiliki keberanian seperti itu sekalipun
ia sejak remaja menyukai Kang Ji-Woo. Hae-Seol tahu Kang Ji-
Woo tak punya kekasih, namun melihat Kim Tae-Yoon, gadis itu
rasanya memang pantas untuk Kang Ji-Woo.
Melihat pintu mobil yang dibukakan untuk Kim Tae-
Yoon tadi, Hae-Seol langsung tahu, bahwa Kim Tae-Yoon ada-
lah jenis orang yang juga tinggal di atas awan. Sementara Hae-
Seol masih berkeliling dengan helikopter. Ia tak dapat meraih
kedudukan setinggi itu. Mungkin bukan tak dapat, tapi hanya
belum. Karirnya sedang beranjak naik daun sekarang.
Hae-Seol beranjak pulang setelah sejenak melirik piano
tadi, kalau saja ia bisa memainkan piano itu pastilah sekarang
sudah dilakukannya dan Hae-Seol akan menyanyikan lagu se-
dih. Sangat sedih sampai-sampai ia menggerutu sendiri di jalan.
Ah! Dia kesal.
Ia memang lagi kesal sampai tak mendengar klakson
mobil di belakangnya, setelah sadar barulah ia menoleh. Hae-
Seol melihat Ray, sekarang baru Hae-Seol bisa tertawa. Lucu
bagi Hae-Seol melihat Ray serapi itu.
“Wah, kau seperti detektif saja,” komentar Hae-Seol, ia
hanya bercanda karena Ray mengenakan pakaian serba hitam
dengan rambut yang disisir rapi. Ditambah dengan kecamata hi-
tam yang dipakai Ray.
176

