Page 192 - Sun Flower Full Naskah
P. 192
Ia bergegas namun ponsel berdering lagi, pesan dari So-
Ra yang memintanya mengajak Ray bertemu. Hae-Seol belum
bisa melakukan itu sekarang. Namun ia akan bertanya pada Ray,
apakah nanti malam lelaki itu bisa ditemui? Kalau saja So-Ra tak
mengatakan bahwa itu adalah permintaan Park Kyung-Shin, ia
belum ingin cepat bertemu Ray sebab ia masih agak sedikit malu
karena pernah tiba-tiba menangis hanya karena melihat Ray ter-
tawa.
Hae-Seol mengedarkan pandangan saat ia tiba di resto-
ran, namun ia melihat tidak ada orang yang lagi duduk sendi-
rian. Ia melihat-lihat lagi, kemudian barulah pandangannya
menangkap Kang Ji-Woo. Ia jadi tak bisa langsung mengenali
Kang Ji-Woo karena seseorang menghalanginya, dan seseorang
itu tengah duduk di hadapan Kang Ji-Woo.
“Wah! Ada apa dengan keadaan ini?!” gerutu Hae-Seol
saat mengenali seseorang itu. Kim Tae-Yoon sedang bersama
Kang Ji-Woo. Gadis itu tersenyum kemudian beranjak mening-
galkan Kang Ji-Woo. Dan Hae-Seol berpapasan dengan Tae-
Yoon.
“Omo! Hae-Seol ssi…” katanya sambil menebarkan pes-
ona yang memang diakui oleh Hae-Seol. Setelah saling menya-
pa, Tae-Yoon beranjak pergi dan Hae-Seol melihat pintu mobil
dibukakan lagi oleh sopir. Hae-Seol ingin tertawa karena ia per-
nah memaksa Ray melakukan itu. Tidak kok, ia tidak memaksa,
ia hanya memberi kode dengan menunjuk pintu mobil dan Ray
langsung paham.
“Kau sebenarnya ingin bertemu denganku atau
kekasihmu tadi?” Hae-Seol melontarkan pertanyaan itu saat ia
duduk di hadapan Kang Ji-Woo. Ia kesal, ia cemburu dan rasanya
sangat menyebalkan karena ia juga senang bertemu Kang Ji-Woo
sekarang. Biasanya mereka bertemu dalam keadaan tidak har-
monis karena Kang Ji-Woo bertemu Ray dan mereka bertengkar.
“Kekasihku? Jangan bercanda,” Kang Ji-Woo tersenyum,
dalam pikirannya meyakini bahwa untuk kesekian kali pastilah
Kim Tae-Yoon mengklaim diri sebagai kekasihnya. Tae-Yoon
hanya teman Kang Ji-Woo dan mereka terlibat dalam bisnis.
“Kau pernah memeriksa ponselku, kan?”
186

