Page 194 - Sun Flower Full Naskah
P. 194

kan pada Hae-Seol. Namun sejak tadi Ji-Woo mendengar nada
          bicara Hae-Seol seperti sedang kesal dengannya, hanya karena
          ponsel.
                 Dan yang didengar Kang Ji-Woo barusan adalah Hae-
          Seol dengan manis mengatakan ia berterimakasih karena hadiah
          yang diberikan Ji-Woo. Dalam pikirannya, Kang Ji-Woo menga-
          kui kemampuan akting Hae-Seol. Ia sudah tahu itu karena mem-
          baca dari data yang diberikan Bunda.
                 “Jadi, kenapa ingin bertemu denganku?” tanya  Hae-
          Seol.
                 “Apa bertemu denganmu harus memiliki alasan?” se-
          jenak kata-kata Kang Ji-Woo membuat Hae-Seol berhenti men-
          gunyah sate. Memang tak salah lelaki ini menjadi aktor dan pen-
          yanyi, pikir Hae-Seol. Sekarang hatinya senang. Sangat. Hatinya
          benar-benar ingin melonjak-lonjak. Tapi ia tahan.
                 “Mm! buat apa bertemu kalau tidak ada yang ingin dika-
          takan?” kata Hae-Seol. Ia kembali menikmati sate dan meraih
          segelas air. Ia harus memastikan bahwa dirinya sedang makan
          dengan cara yang elegan.
                 “Oh, begitu,” Kang Ji-Woo berkomentar singkat, ia se-
          dang mencari alasan sekarang namun kalimat yang mendom-
          inasi adalah  “Aku  ingin  bertemu  karena  aku  merindukanmu.  Aku
          ingin melihatmu. Hanya itu.”
                 “Alasanku karena kau harus berterimakasih.”
                 “Hm? Untuk apa?”
                 “Karena telah membantumu waktu itu dan aku sudah
          memberimu hadiah, ponsel ini,” Kang Ji-Woo menunjuk pon-
          sel Hae-Seol. Gadis itu mengingat lagi kejadian saat ia berhada-
          pan dengan lima orang penjahat, saat itu Kang Ji-Woo memang
          datang membantu lebih dulu baru kemudian ada Ray. Hae-Seol
          tak percaya kalau Ray juga menghubungi Kang Ji-Woo. Namun,
          darimana Kang Ji-Woo tahu keberadaannya?
                 “Oh, hm…  kamsahamnida. Tapi bagaimana Oppa bisa
          menemukanku?”
                 “Berguru pada Kyung-Shin Hyung.”
                 “Hah? Maksudnya?”
                 “Saat itu aku tidak sengaja melihat Kyung-Shin Hyung

                                     188
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199