Page 150 - Sun Flower Full Naskah
P. 150

Salah satu hal yang tidak disukai perempuan adalah
          menghubungi lelaki lebih dulu,  kecuali benar-benar mende-
          sak maka sangat  jarang perempuan dengan suka rela mengi-
          rim pesan singkat atau menelepon lebih dulu. Tentu itu hanya
          pendapat Hae-Seol, dan sekarang jari-jarinya sangat berat untuk
          mengetik pesan dan dikirim pada Ray.
                 Pesan yang sudah ia ketik  dihapusnya lagi, entah itu
          sudah yang ke berapa sejak ia tiba di mall. Lalu Hae-Seol men-
          gurungkan niatnya untuk bertanya dimana keberadaan Ray, ia
          akan membeli keperluannya sebentar.
                 Suhu di  dalam  tak sedingin  di  luar, sekarang ada
          penghangat  ruangan dan Hae-Seol tengah memilih parfum.
          Ia menyukai  wewangian  yang  tidak  menyengat,  wangi yang
          menyegarkan dan memberikan rasa nyaman.
                 “Hae-Seol…”
                 Bukan penjual parfum yang memanggil dari belakang,
          tetapi seseorang yang membuat dunianya sejenak berhenti ber-
          putar. “Ray…” kata Hae-Seol tanpa ekspresi. Ia terkejut, seseo-
          rang  yang  sekarang  ada di hadapannya mengenakan  hadiah
          pemberian dari Hae-Seol. Mungkin karena itu Ray ingin ber-
          temu di mall sebab jika di taman atau tempat lain, lelaki itu su-
          dah pasti kedinginan.
                 “Seperti déjà vu,” lirih Hae-Seol lalu tersenyum. Ia be-
          nar-benar melihat Ray berdiri di hadapannya. “Maaf  sudah
          membuatmu menunggu beberapa menit,” kata Ray. Lelaki itu
          sebenarnya sedikit tak nyaman, mengenakan pakaian seperti itu
          adalah hal baru baginya. Dan di mobil tadi ia bahkan rela mele-
          pas baju wol, winter coat dan syal.
                 “Wah…  dengan  penampilan seperti  ini, kau pantas
          memanggilku Nuna,” canda Hae-Seol yang sebenarnya tengah
          mengingat sosok Ray di mimpinya. Ia juga ingin tahu apakah ia
          bisa membuat Ray tertawa? Sebab sejak ia melihat Ray di dunia
          nyata, Hae-Seol belum pernah sekalipun melihat Ray tertawa.
          Dan bahkan seperti sekarang, ia juga tak melihat garis tawa di
          wajah Ray.
                 Rambut hitam Ray yang biasa disisir rapi ia biarkan me-

                                     144
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155