Page 147 - Sun Flower Full Naskah
P. 147

Hae-Seol, pastilah orang itu sudah memanggil namun Hae-Seol
          tak mendengar.
                 “Agassi …”
                       2
                 Hae-Seol menoleh dan seorang lelaki berdiri di belakan-
          gnya kemudian memberikan sebuah kotak persegi panjang ber-
          warna hitam.
                 “Ye? Ini untukku?” lelaki itu kemudian mengangguk
          dan berlalu. Hae-Seol merasa tak memesan apapun dan ia tak
          mengenal lelaki tadi. Ia mengamati kotak yang kini di tangan-
          nya, merk di depan kotak itu berwarna gold. Hae-Seol mendu-
          ga itu adalah nama sebuah toko dan ia pun membukanya. Ada
          buket bunga di dalam kotak itu, dua tangkai bunga matahari
          bersamaan bunga putih-putih yang kecil dibalut flower wrap ber-
          warna krem dan diikat dengan pita berwarna coklat. Hae-Seol
          tersenyum, ia memang sangat menyukai bunga matahari. Dari
          semua jenis bunga, sunflower ada di urutan pertama bagi Hae-
          Seol.
                 “Mm,  dari siapa ini?” gumam Hae-Seol yang men-
          cari-cari kalau saja ada nama pengirim di dalam kotaknya, na-
          mun tak ada. Hae-Seol bahkan tak menemukan pesan tertulis. Ia
          mengedarkan pandangan di sekitar taman, namun ia tak melihat
          ada orang yang ia kenal. Jika lelaki tadi adalah pengirim bunga
          pastilah akan meminta tanda tangan bukti terima, namun seper-
          tinya bunga itu dibeli langsung dan si pengirim meminta orang
          lain yang memberikan.
                 “Orang itu pasti ada di sekitar sini,” kata Hae-Seol sam-
          bil melihat-lihat ke sekelilingnya. Namun memang tak ada orang
          yang ia kenal di sekitar taman. “Siapapun dia, terima kasih,”
          Hae-Seol tersenyum sebab bunga matahari di musim dingin sep-
          erti ini sangat menghangatkan pandangan matanya.
                 Hae-Seol berjalan  menuju apartemen,  headphone yang
          tadi dilepas ia pasang lagi. Ia bersenandung, tak hanya bahagia
          karena suara yang lagi didengarnya namun juga karena box flow-
          er misterius yang ia pegang.


                                     ***
          2 Panggilan untuk perempuan muda
                                      141
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152