Page 145 - Sun Flower Full Naskah
P. 145
tidak akan mengenakan boots dengan heels yang lebih dari dua
sentimeter.
Lee So-Ra sangat bersemangat melihat aksi Hae-Seol, ia
seperti berada dalam suasana penyerbuan yang sesungguhnya.
Seru dan sangat menegangkan.
“Wah, ini seperti adegan film action,” kata So-Ra saat
melihat Hae-Seol menuju ke arahnya. Sekarang Hae-Seol akan
mengajarkan sedikit teori dalam membidik sasaran, latihan
dasar So-Ra hanya akan fokus menembak papan target. Ia yang
pemula tentu kemampuannya berbeda dengan Hae-Seol yang
bahkan sudah lulus ujian dan memiliki sertifikat. Sekarang So-
Ra sudah mengenakan peralatan seperti yang dipakai Hae-Seol
tadi.
“Konsentrasi dan fokus, tembakan yang sempurna me-
merlukan pengaturan napas, bidik, dan tekan picu, karena itu
harus fokus,” Hae-Seol tersenyum sambil memposisikan tangan
So-Ra. Saat menembak, napas tidak ditahan melainkan ditarik
dan diembuskan secara perlahan dan dinamis.
Kemudian pengaturan bidikan. Ini dilakukan dengan
sikap tembak yang baik dan alami. Posisi kaki dibuka selebar
bahu, angkatan tangan pada senjata dan mata sesuai serta ter-
arah alami menuju sasaran. Lalu hal yang sering merusak tem-
bakan adalah perlakuan pada picu/trigger senjata yang kasar
atau dihentakkan. Karena itu harus tetap fokus dan bisa men-
gendalikan emosi.
Lee So-Ra mencoba beberapa kali, tak semudah yang ia
lihat. Mungkin ia harus beristirahat sejenak lalu melanjutkan la-
tihan lagi.
“Tidak perlu terburu-buru, kesabaran adalah hal yang
penting,” Hae-Seol memberikan sebotol air mineral pada So-Ra.
“Kali ini harus mengenai sasaran!” So-Ra seolah belum puas jika
pelurunya belum mengenai papan target. Ia bahkan sudah ingin
beranjak ke ruang sebelah tempat Hae-Seol tadi. Namun, latihan
membutuhkan proses dan proses membutuhkan waktu.
“Yeay! Berhasil!” Hae-Seol yang justru terlihat sangat
histeris bersemangat saat peluru So-Ra tepat mengenai ten-
gah-tengah papan target.
139

