Page 221 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 221
Inspiring Lecture Paragon
Peralihan definisi pendidik yang tidak lagi dikenal sebagai
guru tapi juga mentor, konektor, bahkan kreator harus mampu
mengimbangi perubahan ekosistem pendidikan yang baru ini. Bukan
sesuatu yang mustahil tapi prosesnya mungkin akan lebih lambat jika
tidak dibarengi dengan inovasi konstruktif yang dimulai dari para
pendidik itu sendiri. Pemerintah telah mengupayakan banyak hal bagi
pendidikan ini, namun jika dari pendidik itu sendiri tidak memiliki
kemauan untuk berubah dan beradaptasi, semua akan menjadi sia-sia.
Kita butuh lebih banyak kesadaran bahwa mendidik
murid/mahasiswa bukan hanya rutinitas, meluluskan mahasiswa
dengan capaian kompetensi bukan hanya kegiatan tahunan, tapi kita
sebagai pendidik harus dapat mengambil value dari setiap kontribusi
pembelajaran yang telah kita berikan.
Hambatan lain yang dialami pendidik bukan hanya kemauan
pribadi, namun juga kesempatan untuk mengekplorasi kemampuan
diri. Banyak pendidik yang dibebani dengan tugas tambahan terutama
kegiatan administratif yang justru menyita waktu. Belum sempat kita
selesaikan kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi, pikiran dan
waktu sudah teralihkan untuk hal yang tidak substansif. Kapan para
pendidik dapat diberikan kapabilitas untuk fokus dalam mendidik dan
menciptakan berbagai inovasi? Mungkin hanya kemampuan
multitasking saja yang meningkat seiring dengan jumlah pekerjaan
non-substansif yang harus digarap dalam waktu bersamaan.
Seperti yang disampaikan oleh Qusthalani dalam laman rumah
belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud.go.id). Setidaknya ada lima kompetensi yang harus
209

