Page 326 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 326

dan  Bawaslu  Kabupaten/Kota  menerima,  memeriksa,  mengkaji,  dan
           memutus pelanggaran administratif pemilu.


           Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota wajib memutus
           penyelesaian  pelanggaran  administratif  pemilu  paling  lambat  14  (empat
           belas)  hari  kerja  setelah  temuan  dan  laporan  diterima  dan  diregistrasi.
           Setelah ada putusan, KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota wajib
           menindaklanjuti  putusan  paling  lama  3  (tiga)  hari  kerja  sejak  tanggal
           putusan  dibacakan.  Untuk  pelanggaran  administratif  pemilu  yang  bisa
           dilakukan  upaya  hukum  ke  Mahkamah  Agung,  diberikan  waktu  14  hari
           kepada Mahkamah Agung untuk memutus upaya hukum tersebut.


           Sanksi pelanggaran administratif yang dapat dimintakan upaya hukum ke
           Mahkamah  Agung  adalah  sanksi  administrasi  yang  khusus  mengenai
           pembatalan sebagai peserta pemilu. Tindaklanjut dari putusan Bawaslu dari
           pelanggaran diskualifikasi adalah keputusan KPU berupa sanksi administrasi
           pembatalan sebagai peserta pemilu.


           Keputusan KPU yang melakukan diskualifikasi ini yang dapat diajukan upaya
           hukum ke Mahkamah Agung. Jika Mahkamah Agung menetapkan kembali
           peserta pemilu yang telah didiskualifikasi, KPU wajib menetapkan peserta
           pemilu  yang  bersangkutan  seperti  semula.  Putusan  Mahkamah  Agung
           adalah putusan yang bersifat final dan mengikat. Jika putusan Mahkamah
           Agung tidak ditindaklanjuti, KPU dapat dilaporkan ke DKPP.


           Di dalam UU Pemilu, putusan pelanggaran administratif dapat berupa:
           1. Perbaikan administrasi terhadap tata cara, prosedur, atau mekanisme
              sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
           2. Teguran tertulis;
           3. Sanksi  administrasi  lainnya  sesuai  dengan  ketentuan  dalam  undang-
              undang 7/2017; atau
           4. Tidak diikutkan pada tahapan pemilu tertentu dalam penyelenggaraan
              pemilu.








    310     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331