Page 78 - Majalah Peradilan Agama Edisi XI
P. 78

SOSOK


            pengadilan. Tupoksi utamanya adalah   mindset  sebagai  supporting unit,  yaitu   Agung  RI.  Nanti  kita  coba  pelajari
            menerima, memeriksa, dan memutus   pelayan pengadilan.                untuk  mengupayakan  penyesuaian
            perkara. Rangkaian proses menerima,   Kebijakan  saya  kedepan,  untuk   tunjangan hakim tersebut.
            memeriksa,  dan  memutus  perkara   semua  lingkungan  peradilan,  tidak   Saya  juga  ingin  mendorong  kita
            ini  kan  butuh  sarana  dan  prasarana,   ada lagi anggaran belanja mobil dinas   semua  untuk  selalu  meningkatkan
            butuh  SDM,  dan  sebagainya.  Semua   yang  baru.  Nanti  Mahkamah  Agung   kinerja. Jadi kita tidak terkesan hanya
            kebutuhan  tersebut  harus  dipenuhi   akan  menyediakan  mobil  sewa  bagi   menuntut  hak  kita  saja.  Kewajiban-
            oleh sekretaris pengadilan.        pimpinan  pengadilan.  Ada  beberapa   kewajiban   kita   sebagai   aparat
               Saya  masih  melihat  di  beberapa   kelebihan  dengan  sistem  sewa  ini.   peradilan  juga  dijalankan  dengan
            pengadilan   kesekretariatan   hanya   Pertama,  dengan  anggaran  yang   baik.  Kita  juga  harus  menunjukkan
            melayani   diri   mereka   sendiri,   sama  kita  bisa  menyewa  tiga  mobil   komitmen   kita   sebagai   aparat
            seharusnya  tidak  begitu.  Mereka   bisa  dibandingkan  pembelian  mobil   peradilan  mulai  dari  hakim  dan
            menjadikan  ruangan  sekretaris  lebih   baru. Kedua, penyewaan mobil tidak   aparat  lainnya  untuk  kepentingan
            mewah  dari  ruangan  hakim.  Mobil   memerlukan   biaya   pemeliharaan   bangsa dan negara.
            dinas mereka kuasai sendiri. Sekretaris   yang selama ini terlihat tidak efektif.  Ada amanat dari Peraturan
            pengadilan harusnya menjadikan hakim   Tahun ini diterbitkan Peraturan   Pemerintah Nomor 94 Tahun 2012
            merasa  lebih  nyaman  di  pengadilan.   Pemerintah Nomor 74 tentang   yang belum terpenuhi yaitu fasilitas
            Perlakuan yang kurang tepat terhadap   perubahan PP Nomor 94 Tahun    rumah dinas dan transportasi. Dulu
            hakim  dan  tenaga  teknis  lainnya  juga   2012. PP baru ini lebih fokus pada   pernah ada dalam DIPA fasilitas
            terjadi pada hal-hal yang tampak sepele   penambahan wilayah terpencil dan   rumah dinas dalam bentuk uang
            tapi sangat penting.  Misalnya, komputer,   tunjangan pensiun. PP tersebut   untuk mengontrak rumah. Apakah
            printer,  kebutuhan  persidangan,  toga   tidak  menyentuh  tunjangan  mungkin   kembali   dimunculkan
            hakim  dan  sebagainya  kadang  tidak   hakim padahal kita tahu selama   uang rumah dinas itu untuk teman-
            terpenuhi dengan baik. Kita tidak bisa   ini terjadi inϔlasi sekitar 5 persen   teman hakim?
            sekenanya bilang, “hakim khan gajinya   setiap tahun. Kira-kira kedepan   Perlu  saya  informasikan  tentang
            udah besar, jadi tidak perlu disediakan   bagaimana usaha dari Mahkamah   komposisi anggaran Mahkamah Agung.
            komputer untuk mengkonsep putusan.”   Agung  untuk memperbaharui PP   Tahun  ini  anggaran  kita  seharusnya
            Pernyataan  seperti  ini  sangat  tidak   tunjangan hakim itu?        sekitar  8,6  triliun  rupiah.    Karena
            benar.                                Saya   setuju   perlu   adanya   terjadi penghematan sekitar 500 milyar
               Saya  tahu  persis  yang  terjadi  di   penyesuaian  tunjangan  hakim  pada   rupiah, maka anggaran kita tinggal 8,1
            pengadilan  karena  saya  berasal  dari   Peraturan  Pemerintah  Nomor  94   triliun  rupiah.  Penghematan  tersebut
            sana.  Nah,  saat  ini  kebetulan  saya   Tahun  2012  itu.  Penyesuaian  itu   sangat  signi ikan.  Kita  mengalami
            menjadi  sekretaris  Mahkamah  Agung   penting  karena  hampir  5  tahun   kendala  dalam  membangung  sarana
            yang mengkomandoi seluruh sekretaris   tidak  ada  kenaikan  sementara  setiap   dan prasarana.
            pengadilan  di  Indonesia,  maka  saya   tahun  terjadi  in lasi  sekitar  5%.  Nilai   Satu  hal  lagi,  ternyata  selama  ini
            ingin mengingatkan seluruh sekretaris   tunjangan  hakim  saat  ini  secara   anggaran Mahkamah Agung tidak sehat.
            agar memperhatikan kebutuhan kawan-  otomatis  telah  “terdepresi”  nilainya   Sebanyak  80%  dari  total  anggaran
            kawan hakim ini. Hakim juga merupakan   dibanding  5  tahun  yang  lalu.  Paling   dialokasikan untuk membayar belanja
            unsur  pimpinan  pengadilan.  Jadi,   tidak  telah  berkurang  hingga  25%.   pegawai  dan  hanya  20%  digunakan
            dalam  berbagai  kebijakan  pengadilan,   Proses terbitnya Peraturan Pemerintah   untuk  mengembangkan  organisasi.
            hendaknya para hakim juga dilibatkan.   Nomor  74  Tahun  2016  itu  saya   Ini  kan  sesuatu  yang    tidak  sehat.
            Sekretaris  pengadilan  harus  memiliki   belum  menjadi  sekretaris  Mahkamah   Idealnya  30%  dialokasikan  untuk
                                                                                  membayar  belanja  pegawai.  Dengan
                 Saya setuju perlu adanya penyesuaian tunjangan                   kondisi seperti ini, Mahkamah Agung
                                                                                  mengalami  kendala  berarti  dalam
                    hakim pada Peraturan Pemerintah Nomor 94                      mengembangkan organisasi termasuk
                  Tahun 2012 itu. Penyesuaian itu penting karena                  memberikan pelayanan kepada hakim
                   hampir 5 tahun tidak ada kenaikan sementara                    dalam hal fasilitas rumah dinas ini.
                                                                                     Saat ini saya lihat ada ketimpangan.
                        setiap tahun terjadi inflasi sekitar 5%.                  Hakim  ad  hoc  Tipikor  mendapatkan

                                                                                  tunjangan  rumah  dinas  sementara



            76     MAJALAH PERADILAN AGAMA  Edisi 11 | April 2017
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83