Page 11 - SURAT AL FATIHAH DAN TAFSIRNYA
P. 11

Na'budu  pada  ayat  ini  didahulukan  menyebutkannya  daripada  nasta'inu,  karena
                       menyembah  Allah  adalah  suatu  kewajiban  manusia  terhadap  Tuhan-nya.  Tetapi
                       pertolongan dari Allah kepada hamba-Nya adalah hak hamba itu. Maka Allah mengajar
                       hamba-Nya  agar  menunaikan  kewajibannya  lebih  dahulu,  sebelum  ia  menuntut
                       haknya.
                       Melihat  kata-kata  na'budu  dan  nasta'inu  (kami  menyembah,  kami  minta  tolong),
                       bukan a'budu dan asta'inu (saya menyembah dan saya minta tolong) adalah untuk
                       memperlihatkan  kelemahan  manusia,  tidak  selayaknya  manusia  mengemukakan
                       dirinya  seorang  saja  dalam  menyembah  dan  memohon pertolongan  kepada  Allah.
                       Seakan-akan penunaian kewajiban beribadah dan permohonan pertolongan kepada
                       Allah itu belum lagi sempurna, kecuali kalau dikerjakan bersama-sama.

                       Kedudukan Tauhid di dalam Ibadah dan Sebaliknya
                       Ibadah secara istilah ialah semua perkataan, perbuatan dan pikiran yang bertujuan
                       untuk mencari rida Allah. Arti "ibadah" sebagai disebutkan di atas ialah tunduk dan
                       berserah  diri  kepada  Allah,  yang  disebabkan  oleh  kesadaran  bahwa  Allah  yang
                       menciptakan  alam ini,  Yang  menumbuhkan,  Yang  mengembangkan,  Yang  menjaga
                       dan memelihara serta Yang membawanya dari suatu keadaan kepada keadaan yang
                       lain, hingga tercapai kesempurnaannya.
                       Tegasnya, ibadah itu timbulnya dari perasaan tauhid. Oleh karenanya, orang yang suka
                       memikirkan  keadaan  alam  ini,  yang  memperhatikan  perjalanan  bintang-bintang,
                       kehidupan  tumbuh-tumbuhan,  binatang  dan  manusia,  bahkan  yang  mau
                       memperhatikan dirinya sendiri, yakinlah dia bahwa di balik alam yang zahir ada Zat
                       yang  gaib  yang  mengendalikan  alam  ini,  yang  bersifat  dengan  segala  sifat
                       kesempurnaan, yakni Dialah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, Maha Mengetahui dan
                       sebagainya. Maka tumbuhlah dalam sanubarinya perasaan bersyukur dan berutang
                       budi kepada Zat Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui itu.
                       Perasaan inilah yang menggerakkan bibirnya untuk menuturkan puji-pujian, dan yang
                       mendorong jiwa dan raganya untuk menyembah dan merendahkan diri kepada Allah
                       Yang Mahakuasa itu sebagai pernyataan bersyukur dan membalas budi kepada-Nya.
                       Tetapi ada juga manusia yang tidak mau berpikir, dan selanjutnya tidak sadar akan
                       kebesaran dan kekuasaan Allah, sering melupakan-Nya. Sebab itulah, setiap agama
                       mensyariatkan  bermacam-macam  ibadah,  gunanya  untuk  mengingatkan  manusia
                       kepada kebesaran dan kekuasaan Allah. Dengan keterangan ini terlihat bahwa tauhid
                       dan  ibadah  itu  saling  mempengaruhi,  dengan  arti  bahwa  tauhid  menumbuhkan
                       ibadah, dan ibadah memupuk tauhid.


                       Pengaruh Ibadah terhadap Jiwa Manusia
                       Tiap-tiap ibadah yang dikerjakan karena didorong oleh perasaan yang disebutkan itu,
                       niscaya  berpengaruh  kepada  tabiat  dan  budi  pekerti  orang  yang  melakukannya.
                       Umpamanya,  orang  yang  melaksanakan  salat  karena  sadar  akan  kebesaran  dan
                       kekuasaan Allah, dan didorong oleh perasaan bersyukur dan berutang budi kepada-
                       Nya, akan terjauhlah dia dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Dengan demikian
                       salatnya itu akan mencegahnya dari mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak
                       baik itu, sesuai dengan firman Allah swt:

                                   DINIYAH TAKMILIYAH AL MUJAHIDIN
                          Jl. Rancameong RT 02 RW 05 Kel. Babakan Penghulu Kec. Cinambo Kota Bandung.
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16