Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 22

Beberapa hari sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan sejumlah
              pimpinan  Konfederasi  dan  Federasi  Serikat  Pekerja  menyepakati  untuk  melakukan  mogok
              nasional sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

              Mogok nasional rencananya dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dimulai pada tanggal 6
              Oktober 2020 dan diakhiri pada saat sidang paripurna yang membahas RUU Cipta Kerja pada 8
              Oktober 2020.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, mogok nasional
              ini akan menyetop produksi ini akan diikuti kurang lebih 5 juta buruh di ribuan perusahaan di 25
              provinsi dan 300 kabupaten atau kota.

              Jelang  pengesahan    RUU  Cipta  Kerja,  perwakilan  serikat    buruh    mendatangi  Istana
              Kepresidenan, Jakarta.

              Mereka yang hadir adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi
              Gani  Nena  Wea  dan  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI),  Said  Iqbal.
              Pertemuan ini berlangsung, menjelang pengesahan RUU Cipta Kerja oleh DPR.

              Andi Gani dan Said Iqbal terlihat hadir di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.45 WIB.
              Mereka kemudian dijemput dengan mobil golf dan masuk ke kawasan dalam Istana lewat jalur
              samping. Tak banyak penjelasan yang diungkapkan keduanya.

              Hanya saja, Andi Gani Nena Wea menyatakan bahwa mereka dihubungi untuk bertemu Presiden
              Jokowi semalam.

              "Tadi malam (dihubungi)," kata Andi kepada awak media.

              Agenda Rapat Paripurna DPR RI itu dijadwalkan pada Senin (5/10) pukul 15.00 WIB. Rapat itu
              dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

              Pembicaraan  tingkat  II  atau  pengambilan  keputusan  RUU  Cipta  Kerja  masuk  dalam  agenda
              kelima.  Namun  lagi-lagi  diwarnai  kejutan,  di  tengah  rapat  berlangsung,  DPR  memutuskan
              agenda pengesahan RUU Cipta Kerja ini dimajukan menjadi agenda kedua. Alasannya karena
              seluruh perwakilan pemerintah telah hadir tepat waktu dalam Ruang Rapat Paripurna DPR RI.

              Mulanya, rapat berjalan lancar. Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi  Agtas  membacakan hasil
              kesepakatan dalam Bamus siang itu, yakni 6 fraksi menyetujui pengesahan UU Cipta Kerja, 1
              fraksi menerima dengan catatan, dan dua fraksi menolak.

              Namun  usai  Supratman  membacakan  hasil  Bamus  tersebut,  interupsi  diajukan  oleh  Anggota
              Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman.

              "Kita tahu  majority  kehendaki keinginan penguasa untuk disahkan. Tapi kami mau sampaikan
              sikap kami. Supaya publik tahu penolakan kami," kata Benny.

              Pandangan Benny juga dikuatkan oleh Anggota Partai Demokrat lainnya yaitu Marwan Cik  Asan
              yang mengungkapkan pembahasan RUU Cipta Kerja yang terlalu cepat dan buru-buru sehingga
              pembahasan pasal per pasal tidak mendalam.

              "RUU Cipta Kerja harus bersifat jangka panjang," tegasnya.

              Setelah semua fraksi menyampaikan pandangannya, Demokrat kembali menegaskan penolakan
              mereka. Benny kemudian  menginterupsi  agenda selanjutnya yaitu pandangan dari pemerintah.
              Benny bermaksud memperjelas pandangan fraksinya. Namun permintaan Benny untuk bicara
              ditolak oleh pimpinan rapat Aziz.


                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27