Page 767 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 767

Wakil Ketua Umum  Partai Demokrat  , Benny Kabur Harman menyatakan Rancangan Undang-
              Undang (RUU)  Omnibus Law Cipta Kerja  (Ciptaker) harus ditolak. Benny menyebut Omnibus
              Law Ciptaker tak memberi perlindungan bagi pekerja dan hanya menggelar karpet merah kepada
              pengusaha. "Oleh sebab itu, saya mengatakan RUU ini harus ditolak," ujar Benny dalam diskusi
              'Kontroversi  RUU  Ciptaker:  Percepatan  Ekonomi  dan  Rasa  Keadilan  Sosial'  yang  berlangsung
              secara daring, Minggu (4/10). Benny menyatakan Omnibus Law Ciptaker cacat prosedur dan
              substansi.  Ia  menyebut RUU  tersebut  juga  tak memiliki  paradigma  yang  jelas  karena terlalu
              banyak kepentingan dalam penyusunannya.


              POLITIKUS DEMOKRAT SERUKAN TOLAK RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA

              Wakil Ketua Umum  Partai Demokrat  , Benny Kabur Harman menyatakan Rancangan Undang-
              Undang (RUU)  Omnibus Law Cipta Kerja  (Ciptaker) harus ditolak. Benny menyebut Omnibus
              Law Ciptaker tak memberi perlindungan bagi pekerja dan hanya menggelar karpet merah kepada
              pengusaha.

              "Oleh sebab itu, saya mengatakan RUU ini harus ditolak," ujar Benny dalam diskusi 'Kontroversi
              RUU Ciptaker: Percepatan Ekonomi dan Rasa Keadilan Sosial' yang berlangsung secara daring,
              Minggu (4/10).
              Benny  menyatakan  Omnibus  Law  Ciptaker  cacat  prosedur  dan  substansi.  Ia  menyebut  RUU
              tersebut  juga  tak  memiliki  paradigma  yang  jelas  karena  terlalu  banyak  kepentingan  dalam
              penyusunannya.

              Anggota Komisi III DPR itu pun heran dengan proses pengambilan keputusan tingkat I terhadap
              RUU  Ciptaker  yang  dilakukan  pada  Sabtu  (3/10)  malam.  Menurutnya,  situasi  seperti  itu  tak
              pernah terjadi di DPR saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat presiden RI dua periode.

              "Dulu  kita  berkuasa,  tapi  semua  kita  tahu  SBY  dulu  jadi  presiden  itu  enggak  pernah  ada
              pembahasan RUU begini, dikasih keleluasaan di DPR untuk dibahas dan tidak pernah ada RUU
              yang diputuskan pada Sabtu atau Minggu, enggak ada," ujarnya.

              Benny berkata RUU Ciptaker bisa tak berlaku meskipun DPR telah mengesahkannya dalam Rapat
              Paripurna 8 Oktober mendatang jika rakyat bersatu melakukan  perlawanan untuk mendesak
              pemerintah meninjau ulang penerapan aturan yang penuh masalah itu. Menurut Benny, situasi
              tersebut pernah terjadi di era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan juga SBY.

              "Dulu zaman Presiden Abdurrahman Wahid itu sudah disetujui oleh DPR sudah ditandatangani
              presiden  Abdurrahman  Wahid,  tetapi  karena  kuatnya  tekanan  publik  kuatnya  tekanan
              masyarakat jadi batal dilaksanakan. Ada kasus kita dulu, UU pilkada zaman Presiden SBY, kuat
              tekanan masyarakat, beliau mencintai rakyat, maka beliau keluarkan perppu mengatakan tidak
              berlaku UU itu," katanya.
              Dalam kesempatan yang sama, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
              Asfinawati  mengatakan  RUU  Ciptaker  membuka  peluang  tindak  pidana  korupsi  terjadi.
              Menurutnya, peluang itu terlihat dari pemberian kewenangan kepada polisi untuk memberikan
              izin usaha serta pengawasan terhadap bidang usaha pengamanan.
              "Ada peluang korupsi atau  abuse of power  dalam RUU ini. Contohnya, memberikan wewenang
              kepada  polisi  untuk  memberikan  izin  usaha  dan  pengawasan  terhadap  bidang  usaha
              pengamanan," kata Asfinawati.





                                                           766
   762   763   764   765   766   767   768   769   770   771   772