Page 768 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 768

Asfinawati menduga pemberian kewenangan tersebut terkait dengan langkah Kapolri Jenderal
              Idham  Azis  menerbitkan  Peraturan  Kepolisian  Nomor  4  Tahun  2020  tentang  Pengamanan
              Swakarsa (PAM Swakarsa).

              Menurutnya,  proses  penyederhanaan  izin  usaha  seharusnya  tak  diikuti  dengan  pemberian
              kewenangan  memberikan  izin  usaha  serta  pengawasan  terhadap  bidang  usaha  pengamanan
              kepada polisi karena berpotensi mengancam kebebasan sipil.

              "Ketika nanti ada konflik agraria, masyarakat adat, dengan buruh kemudian satpam di garda
              depan memukul lapornya ke polisi. Dalam pengalaman kami, tanpa peraturan itu saja sudah sulit
              mendorong laporan masyarakat agar ditindaklanjuti oleh kepolisian," ujarnya.

              Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Tiasri Wiandani mengatakan
              RUU Ciptaker menurunkan standar perlindungan terhadap buruh perempuan yang sebelumnya
              telah  diatur  di  dalam  Undang-undang  Nomor  13  Tahun  2003  tentang  Ketenagakerjaan.
              Menurutnya, hal itu terlihat dalam sejumlah pasal yang dituangkan di klaster ketenagakerjaan.
              "Di klaster ketenagakerjaan, saya rasa, bagaimana penurunan perlindungan bagi hak buruh,
              terutama  buruh  perempuan,  karena  ada  beberapa  hak  khsusunya  yang  diatur  UU
              Ketenagakerjaan tentang hak perempuan menjadi menurun," kata Tiasri.

              Menurutnya, salah satu pasal yang menurunkan standar perlindungan buruh perempuan ialah
              terkait cuti haid, di mana salah satu pasal di klaster ketenagakerjaan menyebutkan secara jelas
              bahwa  perusahaan  tidak  memiliki  kewajiban  untuk  membayar  upah  buruh  perempuan  yang
              mengambil cuti haid secara penuh  "Sedangkan di UU Ketenagkerjaan, cuti haid diberikan dua
              hari,  mendapatkan  upah  penuh  dan  jadi  tanggung  jawab  perusahaan  membayarkan  pekerja
              perempuan yang cuti haid," ujarnya.

              Tujuh  fraksi,  PDIP,  Gerindra,  Golkar,  PKB,  Nasdem,  PAN  dan  PPP  setuju  untuk  melanjutkan
              pembahasan RUU Ciptaker ke Rapat Paripurna DPR, pada 8 Oktober mendatang, sementara dua
              fraksi,  Demokrat  dan  PKS  menolak.  Keputusan  tersebut  diambil  dalam  Raker  Pengambilan
              Keputusan Tingkat I RUU Ciptaker, pada Sabtu (3/10) malam.

              Meskipun mendapat penolakan dari dua fraksi, RUU Ciptaker tetap akan dibawa ke Paripurna
              untuk disahkan. Sementara itu, aliansi buruh akan melakukan mogok nasional mulai 6 sampai 8
              Oktober 2002. Kelompok tani juga akan melakukan aksi serupa di sejumlah daerah.

              (mts/fra).


























                                                           767
   763   764   765   766   767   768   769   770   771   772   773