Page 773 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 773

UPAH BURUH BAKAL LEBIH RENDAH DI RUU CIPTA KERJA? INI PENJELASANNYA,
              HANYA PKS TAK SETUJU DISAHKAN
              Rancangan  Undang-undang  atau  RUU  Cipta  Kerja  kini  tinggal  menunggu  pengesahan  di
              Paripurna  DPR  .

              Seluruh fraksi di DPR, kecuali PKS dan Demokrat, sudah setuju untuk meloloskan RUU paket
              omnibus law tersebut.

              Salah satu poin yang ditolak serikat buruh yakni pasal RUU Cipta Kerja yang akan menghilangkan
              ketentuan terkait upah minimum sektoral. Penerapan upah sektoral selama ini dilakukan lewat
              penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten ( UMK) dan Upah Sektoral (UMSK).

              Dengan dihapuskannya UMK, maka otomatis skema upah minimum akan menggunakan standar
              Upah Minimum Provinsi ( UMP).
              Sebagai informasi, dalam aturan skema upah minimum yang diatur dalam Pasal 88 dan Pasal 89
              UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah minimum terdiri dari UMK dan UMP.

              Baik UMP dan UMK, ditetapkan oleh gubernur dengan memperhatikan rekomendasi dari dewan
              pengupahan provinsi dan bupati/wali kota.

              Penetapan UMK dan UMP didasarkan atas perhitungan Kebutuhan Layak Hidup atau KLH. KHL
              saat  ini  berlaku  60  item,  sementara  yang  diusulkan  oleh  serikat  buruh  mencapai  78  item
              komponen.

              Dijelaskan lebih lanjut di Pasal 90 UU Nomor 13 Tahun 2003, pengusaha dilarang membayar
              upah lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan.

              Sementara  itu  dalam  RUU  Cipta  Kerja  Omnibus  Law  BAB  IV  Ketenagakerjaan  Bagian  2,
              disebutkan  bahwa  di  antara  pasal  88  dan  pasal  89  Undang-Undang  Nomor  13  Tahun  2003
              tentang Ketenagakerjaan, disisipkan tujuh pasal yakni pasal 88A sampai 88G.
              "Berdasarkan hasil keputusan tripartit, menyepakati upah minimum padat karya dikeluarkan dari
              RUU Cipta Kerja, saya ingin menegaskan ini kabar baik dan harapan bagi pekerja dan serikat
              pekerja," jelas Ketua Baleg  DPR  RI Supraptman dalam keterangan resminya seperti dikutip
              pada Senin (5/10/2020).
              Upah lebih rendah dengan UMP  Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar Cahyono,
              mengungkapkan  terdapat  pasal  yang  dinilai  dapat  merugikan  buruh/pekerja.  Pertama,  pasal
              88C.  Kahar  menilai  bunyi  pasal  itu  berarti  menghilangkan  upah  minimum  sektoral
              kabupaten/kota.

              Artinya, buruh yang saat ini upahnya mengacu upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK)
              atau upah minimum kabupaten/kota (UMK) akan dirugikan.

              "Pasal 88 C. Upah Minimum hanya UMP gitu? Tidak ada UMSK," kata Kahar dikutip dari Kontan.

              Sebagai  perbandingan,  UMK  2020  di  Kabupaten  Karawang  Rp  4.594.324,  Kota  Bekasi  Rp
              4.589.708, Kabupaten Bekasi Rp. 4.498.961, dan Kota Depok Rp 4.202.105.
              Kemudian pasal 88D ayat (1), disebutkan formula kenaikan upah minimum hanya berdasarkan
              pertumbuhan ekonomi. Artinya, penetapan formula ini lebih buruk daripada penetapan kenaikan
              upah minimum berdasarkan PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.





                                                           772
   768   769   770   771   772   773   774   775   776   777   778