Page 772 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 772
Judul UPAH BURUH Bakal Lebih Rendah di RUU Cipta Kerja? Ini
Penjelasannya, Hanya PKS Tak Setuju Disahkan
Nama Media jabar.tribunnews.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://jabar.tribunnews.com/2020/10/05/upah-buruh-bakal-lebih-
rendah-di-ruu-cipta-kerja-ini-penjelasannya-hanya-pks-tak-setuju-
disahkan
Jurnalis Dedy Herdiana
Tanggal 2020-10-05 09:43:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Supraptman (Ketua Baleg DPR RI) Berdasarkan hasil keputusan tripartit, menyepakati
upah minimum padat karya dikeluarkan dari RUU Cipta Kerja, saya ingin menegaskan ini kabar
baik dan harapan bagi pekerja dan serikat pekerja
negative - Kahar Cahyono (Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI) Pasal 88 C. Upah
Minimum hanya UMP gitu? Tidak ada UMSK
neutral - Kahar Cahyono (Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI) Lah terus formula
kenaikan cuma dikali ke Pertumbuhan Ekonomi? (Ini) Lebih buruk dari PP 78, yang kenaikannya
berdasarkan inflansi dan pertumbuhan ekonomi
neutral - Kahar Cahyono (Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI) Kalau hanya
pertumbuhan ekonomi, berarti naiknya hanya 5,12 persen
neutral - Kahar Cahyono (Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI) Sedangkan UMP Jawa
Barat hanya Rp 1,81 juta
Ringkasan
Rancangan Undang-undang atau RUU Cipta Kerja kini tinggal menunggu pengesahan di
Paripurna DPR . Seluruh fraksi di DPR, kecuali PKS dan Demokrat, sudah setuju untuk
meloloskan RUU paket omnibus law tersebut.
Salah satu poin yang ditolak serikat buruh yakni pasal RUU Cipta Kerja yang akan menghilangkan
ketentuan terkait upah minimum sektoral. Penerapan upah sektoral selama ini dilakukan lewat
penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten ( UMK) dan Upah Sektoral (UMSK).
771

