Page 506 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 506

EKONOM YAKIN PENGESAHAN UU CIPTA KERJA TAK DIIKUTI PHK BESAR-BESARAN

              Ekonom Bahana Sekuritas, Putera Satria Sambijantoro yakin pengesahan RUU omnibus law Cipta
              Kerja menjadi Undang-Undang tak diikuti oleh Pemutusan Hubungan Kerja (  PHK  ) yang meluas.

              "Kami  optimistis  pengesahannya  tidak  akan  diikuti  oleh  PHK  meluas  yang  dapat  menekan
              pendapatan masyarakat, merugikan konsumsi domestik, dan memperpanjang pemulihan PDB,"
              kata Satria dalam laporannya, Rabu (7/10/2020).

              Satria menyebut, dalam UU kontroversial itu, perlindungan untuk pekerja tetap utuh, seperti
              adanya  pembayaran  pesangon  untuk  PHK  meski  terdapat  sedikit  pengurangan  dalam  bonus
              apresiasi.

              Kemudian, sebagian kecil dari uang kompensasi PHK akan ditanggung oleh program Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang sebagiannya dibiayai oleh APBN dengan rasio 1:3.
              "Skema Upah Minimum Provinsi/Daerah (UMR) akan tetap diberlakukan, dengan besaran gaji
              yang disesuaikan setiap tahun berdasarkan inflasi atau pertumbuhan ekonomi daerah," ucap
              Satria.

              Satria juga menilai, omnibus law Cipta Kerja dapat menyederhanakan persyaratan yang berlapis
              dan  bertentangan  antara  pemerintah  pusat  dengan  pemerintah  daerah,  karena  adanya
              pengambilan keputusan ekonomi yang lebih terpusat.

              Hal ini mampu menghilangkan ketidakpastian investasi yang akan membantu menarik investasi
              asing langsung (Foreign Direct Investment) dan mendorong pertumbuhan PDB dalam jangka
              panjang.

              Dalam beleid, pejabat pemerintah dapat membuat  keputusan strategis melalui sarana online
              seperti email. Pejabat pemerintah harus membuat keputusan dalam waktu 10 hari setelah setiap
              permintaan dan dokumen pendukungnya diserahkan.

              Di luar batas waktu tersebut, permintaan apa pun secara hukum akan dianggap telah disetujui.

              Lalu, status hukum Presiden atas menteri dan pemimpin daerah sekarang meningkat. Peraturan
              Presiden (Perpres) memiliki keunggulan di atas peraturan menteri atau peraturan provinsi.

              "Pemerintah  pusat  atau  menteri  juga  dapat  membatalkan  kebijakan  dan  peraturan  Pemda.
              Gubernur  dapat  mengesampingkan  peraturan  daerah  yang  diberlakukan  oleh  bupati  dan
              walikota, jika mereka mewakili pemerintah pusat," papar Satria.

              Selanjutnya  soal  pembentukan  badan  investasi  satu  atap  regional.  Pimpinan  daerah  wajib
              mendirikan PTSP di tingkat daerah dan yang tidak memberikan layanan penanaman modal akan
              dikenakan sanksi administratif.

              "Sanksi administratif dua kali berturut-turut akan menyebabkan menteri atau pemerintah pusat
              mengambil alih proses persetujuan investasi," sebut Satria..














                                                           505
   501   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511