Page 514 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 514

Saat itu, Jokowi menyebut kedua UU itu akan menjadi  omnibus law  , yaitu sebuah UU yang
              sekaligus merevisi puluhan UU lainnya.
              Penyusunan UU itu dinilai penting untuk menyederhanakan sejumlah kendala regulasi yang ada,
              agar realisasi investasi di dalam negeri meningkat.

              Rencana  Jokowi  pun  didukung  oleh  partai  politik  pengusungnya.  Sekretaris  Jenderal  Partai
              Nasdem Johnny G Plate mengungkapkan, agar keinginan Jokowi terwujud dalam waktu cepat,
              usulan itu harus masuk ke dalam program legislasi nasional supaya pembahasannya mendapat
              prioritas.

              Selanjutnya, saat berbicara pada kegiatan "Kompas 100 CEO Forum" pada 28 November 2019,
              Jokowi  menyatakan,  bahwa  lolos  tidaknya  pembahasan    omnibus  law    yang  diusulkannya
              tergantung pada DPR.

              Saat itu, ia menyebut, pemerintah telah menyisir 74 UU yang akan terdampak omnibus law.
              Pemerintah pun berencana menyerahkan draf  omnibus law  ke DPR pada Desember 2019 atau
              Januari 2020.

              "Kami harapkan dengan undang-undang baru (  omnibus law  ), kecepatan tindakan kita di
              lapangan akan kelihatan cepat dan tidaknya, tapi masih tergantung kepada persetujuan DPR
              kita. Kalau disetujui saya yakin akan ada perubahan yang besar dari regulasi yang kita miliki,"
              kata Jokowi.

              Dalam perkembangannya, tak hanya  omnibus law  tentang cipta lapangan kerja dan UMKM
              yang  disiapkan  pemerintah,  tetapi  juga  terkait  perpajakan.  UU  yang  disisir  pun  bertambah
              menjadi 82 UU.

              Selanjutnya,  saat  membuka  kegiatan  Musyawarah  Perencanaan  Pembangunan  Nasional
              (Musrenbangnas)  Rencana  Pembangunan  Jangka  Menengah  Nasional  (RPJMN)  2020-2024  di
              Istana  Negara,  pada  16  Desember  2019,  Kepala  Negara  menyampaikan  bahwa  telah
              berkomunikasi  dengan  Ketua  DPR  Puan  Maharani  agar  membantu  pemerintah  mempercepat
              pembahasan  omnibus law  tersebut.

              "Sehingga kita ajukan langsung pada DPR, Bu Puan ini 82 UU sudah. Mohon segera diselesaikan.
              Saya bisik-bisik kala bisa Bu jangan sampai lebih dari tiga bulan," kata Jokowi saat itu.

              Jokowi juga mengingatkan agar di dalam pembahasan RUU itu jangan sampai ada pasal titipan
              yang tidak sesuai dengan tujuan pemerintah. Hal itu ditegaskan saat ia membuka rapat terbatas
              di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat dengan topik pembahasan O  mnibus Law          Cipta
              Lapangan Kerja pada 27 Desember 2019.

              Diketahui bahwa  omnibus law  Cipta Lapangan Kerja memiliki 11 klaster yang pembahasannya
              melibatkan 30 kementerian/lembaga. Draf RUU sapu jagat itu ditargetkan dapat diserahkan pada
              Januari dan diharapkan selesai pada April 2020.

              Selanjutnya, di tengah ramainya polemik bocornya draf 'RUU Penciptaan Lapangan Kerja' yang
              dibantah oleh pemerintah, DPR menetapkan 50 RUU yang masuk ke dalam Program Legislasi
              Nasional Prioritas 2020 pada 22 Januari 2020.

              Empat di antaranya merupakan RUU dalam bentuk  omnibus law  , yaitu RUU Kefarmasian, RUU
              Cipta Lapangan Kerja, RUU Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian, dan RUU Ibu
              Kota Negara.

              Setelah  itu,  pada  12  Februari,  Presiden  melalui  Menko  Perekonomian  Airlangga  Hartarto
              menyerahkan draf dan surat  presiden  (surpres) RUU Cipta Kerja ke DPR.

                                                           513
   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519