Page 517 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 OKTOBER 2020
P. 517

Judul               Menaker Klaim Sudah Akomodasi Aspirasi Serikat Pekerja di UU
                                    Ciptaker
                Nama Media          jawapos.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.jawapos.com/nasional/politik/07/10/2020/menaker-klaim-
                                    sudah-akomodasi-aspirasi-serikat-pekerja-di-uu-ciptaker/
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-10-07 11:26:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber



              Ringkasan

              Berbagai  serikat  pekerja  dengan  tegas  menolak  UU  Cipta  Kerja.  Sebagai  bentuk  penolakan,
              mereka melakukan aksi mogok nasional mulai kemarin (6/10) sampai besok (8/10).

              Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar
              S.  Cahyono  menyatakan,  sebelumnya  beredar  surat  yang  menyebutkan  bahwa  KSPI
              membatalkan aksi mogok nasional.



              MENAKER KLAIM SUDAH AKOMODASI ASPIRASI SERIKAT PEKERJA DI UU
              CIPTAKER

              Berbagai  serikat  pekerja  dengan  tegas  menolak  UU  Cipta  Kerja.  Sebagai  bentuk  penolakan,
              mereka melakukan aksi mogok nasional mulai kemarin (6/10) sampai besok (8/10).
              Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar
              S.  Cahyono  menyatakan,  sebelumnya  beredar  surat  yang  menyebutkan  bahwa  KSPI
              membatalkan aksi mogok nasional.

              Dia menegaskan bahwa informasi itu hoaks. ''Kami tetap menggelar aksi mogok nasional selama
              tiga hari,'' tegasnya kepada  Jawa Pos  kemarin.

              Kahar menegaskan, KSPI menolak tujuh poin dalam RUU tersebut. Pertama, terkait dengan UMK
              bersyarat dan dihapusnya UMSK. Menurut dia, UMK tidak perlu bersyarat dan UMSK harus tetap
              ada. Sebab, nilai UMK tiap kabupaten/kota berbeda. Kedua, buruh menolak pengurangan nilai
              pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan. Sebanyak 19 bulan dibayar pengusaha dan 6
              bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya juga menolak perjanjian kerja waktu tertentu
              (PKWT)  atau  kontrak  seumur  hidup,    outsourcing    pekerja  seumur  hidup  tanpa  batas  jenis
              pekerjaan, waktu kerja yang eksploitatif, serta hilangnya hak cuti dan hak upah atas cuti.
                                                           516
   512   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522