Page 717 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 717

Ringkasan

              Ratusan buruh di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) secara serentak menggelar aksi penolakan atas
              disahkannya  Undang-Undang  Cipta  Kerja  (Omnibus  Law),  Selasa  (6/10).  Salah  satu  lokasi
              digelarnya aksi adalah di depan Gedung DPRD Jatim.

              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Surabaya Dendy Prayitno mendorong Presiden Joko Widodo
              (Jokowi) menerbitkan Perppu mencabut UU Cipta Kerja


              BURUH JATIM GELORAKAN PENOLAKAN UU CIPTA KERJA

              SURABAYA -- Ratusan buruh di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) secara serentak menggelar aksi
              penolakan atas disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law), Selasa (6/10). Salah
              satu lokasi digelarnya aksi adalah di depan Gedung DPRD Jatim.

              Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Surabaya Dendy Prayitno mendorong Presiden Joko Widodo
              (Jokowi) menerbitkan Perppu mencabut UU Cipta Kerja.

              "Tuntutan hari ini agar Presiden Jokowi membuat Perppu mencabut UU Omnibus Law, yang
              meresahkan dan merugikan rakyat pada umumnya," kata Dendy, Selasa.

              Dendy menganggap, DPR RI terlalu cepat mengesahkan UU bermasalah tersebut. Maka dari itu,
              Dendy  berharap  DPRD  Jatim  bisa  menyampaikan  aspirasi  buruh  ke  DPR  RI  dan  pemerintah
              pusat, terkait penolakan UU Cipta Kerja  "Kita ingin menyampaikan aspirasi supaya didengar
              jajaran DPRD Jawa Timur. Karena begitu cepatnya DPR RI, tanggal 5 kemarin  diketok,"  ujarnya.

              Dendy  memegaskan,  gelombang  aksi  akan  terus  digelorakan  para  buruh,  yang  puncaknya
              dilaksanakan pada 8 Oktober 2020. "Tanggal 8 insyaallah akan seluruh pekerja akan hadir di
              sini, jumlahnya ribuan. Masyarakat yang berani menyampaikan benar adalah benar, salah adalah
              salah, mari tanggal 8 kita sampaikan serentak," kata dia.
              Sementara  itu,  ratusan  buruh  di  kawasan  Ngoro  Industrial  Park  Mojokerto,  menggelar  aksi
              mogok kerja di depan pabrik masing-masing dalam upaya memprotes disahkannya UU Cipta
              Kerja. Salah seorang aktivis buruh, Munawaroh mengatakan,  mogok kerja akan berlangsung
              hingga tiga hari ke depan. Seluruh buruh akan berhenti beraktivitas dari pukul 07.00 WIB hingga
              pukul 09.00 WIB.

              "Ini merupakan bentuk protes kami. Kami juga sudah menyampaikan ini kepada perusahaan,"
              kata Munawaroh.

              Tak hanya aksi mogok, beberapa perwakilan buruh juga direncanakan akan turun ke jalan pada
              puncak aksi yang diagendakan digelar 8 Oktober 2020. Mereka akan bergabung dengan elemen
              buruh lainnya untuk berunjuk rasa di Surabaya.

              "Kami sebagai perempuan tidak ingin hak kami dihilangkan, seperti hak cuti melahirkan. Karena
              itu, kami semua sepakat dengan penolakan ini," ujarnya.


              Sementara itu, di Sidoarjo ratusan buruh juga turun ke jalan. Mereka menggelar aksi demonstrasi
              dengan tuntutan yang sama. Menggunakan mobil komando, ratusan buruh dari berbagai elemen
              ini bergerak menuju Dinas Tenaga Kerja dan DPRD Sidoarjo.

              In Picture:  Aksi Buruh Blokir Jalan di Kabupaten Bandung  Anggota Fraksi Demokrat DPRD Jawa
              Timur Hartoyo mendorong agar para buruh melakukan  judicial review  ke Mahkamah Konstitusi
              (MK)  untuk  membatalkan  UU  yang  dinilai  menyengsarakan  para  pekerja  tersebut.  Meski  UU


                                                           716
   712   713   714   715   716   717   718   719   720   721   722